My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Hari Bumi Bersama Si Kecil

22 April
18:36 2008
Hari Bumi Bersama Si Kecil

Komang Viani Saraswati-Indosmarin.com

Sanur – Suasana di kawasan Hotel Grand Hyatt Sanur Bali , tampak berbeda sore itu. Ratusan anak-anak tampak asyik berkreasi dengan lukisan mereka. Semuanya menggambarkan warna warni keindahan alam bawah laut.

Peringatan hari bumi memang tak cuma dominasi orang dewasa. Anak-anak pun ikut terlibat. Sekitar seratus orang siswa SD di wilayah Denpasar dan Badung Bali mengikuti lomba menggambar dan mewarnai bertema ikan, terumbu karang dan habitatnya, tepat di Hari Bumi, 22 April 2008.

Kegiatan yang diselenggarakan Kelompok Jurnalis Laut bekerja sama dengan Himpunan Humas Perhotelan Bali (HHPB) tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat atas pentingnya menjaga lingkungan. Terutama menyangkut alam bawah laut yang sering diabaikan masyarakat.

Kita semua memiliki tanggung jawab bersama terhadap pelestarian bumi khususnya ekosistem pesisir dan laut seperti terumbu karang, padang lamun dan hutan bakau,” papar ketua panitia kegiatan Supardi Asmorobangun.

Ketua HHPB Sugeng Purnomo menjelaskan bahwa tema terumbu karang sangat tepat dipilih dalam peringatan hari bumi kali ini mengingat tahun 2008 ini juga ditetapkan secara internasional sebagai International Year of Reef (IYOR). Berbagai pihak dan kalangan di seluruh dunia tahun ini bersama-sama mengerahkan daya upaya dan bekerjasama untuk melindungi terumbu karang di dunia.

Salah seorang anggota tim juri Marthen Welly menjelaskan kriteria bagi pemenang selain kerapian dan kreatifitas, juga kesesuaian dengan tema. Dengan demikian, diharapkan anak-anak mengerti tentang pentingnya menjaga terumbu karang. Ia juga mengaku kagum dengan kreatifitas anak-anak. “Ternyata mereka memiliki imajinasi yang baik tentang alam bawah laut. Setidaknya, yang digambar memang segala sesuatu yang ada di bawah laut,” terang aktivis lingkungan yang bekerja sebagai TNC Project Leader untuk area Nusa Penida itu.

Menurut Marthen, terumbu karang memiliki arti penting bagi Indonesia . Sebagai negara yang dua pertiga wilayahnya adalah laut dan memiliki sekitar 17.500 pulau, Indonesia tidak terpisahkan dari laut. Indonesia juga memiliki terumbu karang terluas di dunia, yang mencapai sekitar 51.000 km2 . Indonesia juga memiliki garis pantai terpanjang kedua setelah Kanada, yakni sekitar 81.000 km.

Saat ini Indonesia memiliki keanekaragaman hayati terumbu karang tertinggi di dunia yaitu sekitar 537 jenis di Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat. Itu sebabnya Indonesia disebut sebagai pusat kawasan segitiga karang dunia (coral triangle ) yang meliputi enam negara yaitu Indonesia , Philipina, Malaysia, Timor Leste, Papua New Guinea dan Kepulauan Salomon. Lebih dari 120 juta orang hidupnya bergantung pada terumbu karang di kawasan coral triangle ini.

Terumbu karang sangat penting bagi kehidupan manusia, selain menjadi sumber perikanan dan aset wisata bahari, terumbu karang juga merupakan benteng alami bagi pantai dan pulau kecil dari hempasan ombak dan gelombang,” kata Marthen. Peringatan hari bumi tahun ini diharapkan menjadi momentum yang tepat untuk menyuarakan pelestarian terumbu karang dunia. (*)

Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *