My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Habitat Lumba Lumba di Wakatobi Aman

29 Oktober
15:35 2010
Habitat Lumba Lumba di Wakatobi Aman

Peta Taman Nasional Wakatobi

Wakatobi – Habitat lumba lumba di perairan Wakatobi khususnya di wilayah Taman Nasional Wakatobi, Sulawesi Tenggara, tetap aman.

Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Wanci, Sofian, di Wakatobi Jumat (29/10) mengatakan, Taman Nasional Wakatobi yang menjalankan fungsi pengawasan dan pengamanan sumber daya alam, terus berupaya maksimal melestarikan lumba-lumba.

“Pelestarian species langka seperti lumba-lumba yang menjadi daya tarik tersendiri untuk menarik pengunjung ke Wakatobi, terus dimaksimalkan,” papar Sofian.

Sofian menambahkan, lumba-lumba merupakan salah satu spesies mamalia laut yang langka yang menjadi pusat perhatian di TN Wakatobi. Spesies satu ini ditemukan di wilayah perairan laut Wakatobi.

“Tepatnya di daerah pulau yang menyusun Wakatobi dan memiliki tanjung,” tambahnya.

Sofyan mengatakan, Taman Nasional Wakatobi dalam pengamatan aktivitas hewan ini, pihaknya menggunakan kapal patroli laut. Selama ini, tidak ada aktivitas yang mengancam populasi Lumba-lumba.

“Alasannya, jenis hewan ini tidak menjadi bahan makanan pelaut atau hewan yang diburu untuk dijual. Makanya, perkembangan Lumba-lumba relatif aman,” katanya.

Sofian juga menambahkan, memang, sesekali ada laporan dan temuan Lumba-Lumba yang tertangkap, namun bukan dikarenakan kesengajaan nelayan, melainkan karena Lumba-Lumba itu sendiri yang secara tidak sengaja terperangkap pada jaring nelayan.

“Untuk menghindari kerusakan jaring, nelayan memilih melumpuhkan Lumba-Lumba yang bergerak beringas untuk melepaskan diri dari perangkap jaring,” tambahnya.

Ia menjelaskan, Lumba-lumba sering muncul di wilayah merairan laut Wakatobi, secara bergerombol. Bagi pengunjung yang ingin melihatnya secara jelas, dapat menggunakan kapal mengitari kepulauan ini.
“Karena hanya dengan begitu bisa disaksikan,” pungkasnya.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS