My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Gurita Pintar Kerap Bersembunyi Dibawah Tempurung

15 Desember
19:45 2009
Gurita Pintar Kerap Bersembunyi Dibawah Tempurung

guritapintar1Melbourne – Gurita barik (Amphioctopus marginatus) terekam kamera antara 1999 dan 2008 saat membawa batok kelapa di lepas pesisir Sulawesi Utara dan Bali. Perilaku mencengangkan ini diketahui dalam empat kesempatan.

Hewan berlengan delapan tersebut menggunakan tempurung kepala yang dibuang orang dan kemudian teronggok di dasar laut.

“Mencegangkan melihat mereka menggali salah satu tempurung. Mereka menjulurkan lengan mereka untuk menyisihkan lumpur, lalu mengeluarkan tempurung dengan memutar.” ujar Dr Mark Norman, direktur sains pada Museum Victoria, Melbourne, Australia.

Setelah membalik tempurung, sehingga permukaan tempurung menghadap ke atas, gurita itu meniup lumpur dari tempurung sebelum menjulurkan lengannya ke sekeliling tempurung, atau jika mereka mendapati dua belahan tempurung, menumpuk keduanya terlebih dahulu, satu di atas yang lain, sebelum mengencangkan kaki dan melangkah.

“Saya rasa mencengangkan bahwa lengan-lengan yang terdiri dari otot semata berubah menjadi batang yang keras, sehinga mereka bisa berlari sedikit mirip laba-laba yang melaju.” papar Mark Norman.

“Ini bergantung pada keterampilan dan koordinasi mencengangkan pada delapan lengan dan beberapa ratus pengisap.” imbuhnya.

Selama proses penelitian dilakukan, beberapa gurita terekam berpindah 20 m dengan tempurung. Dan, langkah berjalan yang canggung, yang digambarkan ilmuwan seperti stilt-walking atau berjalan dengan bambu egrang, luar biasa cepat, mungkin karena gurita menjadi rentan serangan oleh pemangsa saat lari dengan tempurung kelapa yang sangat berharga.

Gurita pada akhirnya menggunakan tempurung sebagai pelindung. Jika mereka mendapatnya hanya satu belahan, mereka membaliknya dan bersembunyi di bawahnya. Tapi, jika mereka beruntung memperoleh dua belahan tempurung kelapa, mereka merakit kembali keduanya ke bentuk kelapa semula dan menyelinap ke dalamnya.

Tempurung kelapa memberikan perlindungan yang penting bagi gurita di petak dasar laut tempat tidak banyak persembunyian bisa ditemukan.

“Ini habitat yang luar biasa berbahaya bagi binatang ini, sedimen lunak dan lumpur sangat berbahaya.” jelas Marko Norman.

“Jika mereka bersembunyi di lumpur tanpa tempurung, pemangsa bisa datang dan merenggut mereka.” paparnya.

Para peneliti berpendapat bahwa makhluk laut ini pada mulanya diduga menggunakan cangkang dua tangkup berukuran besar sebagai tempat berlindung, tapi kemudian beralih ke kelapa setelah semakin banyak tempurung yang dicampakkan manusia kerap terdampar di dasar laut.(BBC/Gen)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS