My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Greenpeace Imbau Pemerintah Hentikan Ketergantungan Pada Batubara

19 Oktober
15:54 2010
Greenpeace Imbau Pemerintah Hentikan Ketergantungan Pada Batubara

Greenpeace

CirebonGreenpeace Asia Tenggara menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk menggagalkan rencananya membangun lebih banyak Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) bertenaga batubara dan mulai membangun masa depan yang ditenagai energi bersih dengan sumber-sumber energi terbarukan.

Seruan ini disampaikan Greenpeace pada peluncuran laporan “Batubara mematikan: Biaya tinggi untuk batubara murah, bagaimana rakyat Indonesia membayar mahal untuk bahanbakar terkotor di dunia.”, Selasa (19/10) siang.

Dalam kesempatan ini, para nelayan dari desa Waruwudur bersama dengan para aktivis Greenpeace melumuri diri mereka dengan debu “batubara”, membentangkan spanduk bertuliskan “batubara mematikan” di atas perahu-perahu nelayan di depan PLTU bertenaga batubara di Cirebon.

“Polusi udara dari pembakaran batubara merusak mata pencaharian, menurunkan panen dan memberi dampak buruk pada tangkapan ikan dan secara perlahan membunuh masyarakat. Batubara adalah kutukan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar tambang batubara dan di bawah bayang-bayang PLTU bertenaga batubara.” ungkap Arif Fiyanto, Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Asia Tenggara melalui surat elektroniknya kepada Indosmarin.com. Selasa (19/10).

Membakar batubara juga mempercepat perubahan iklim yang akan berdampak pada masyarakat seluruh negri.

“Indonesia adalah termasuk negara yang paling rentan dan yang paling tidak siap dalam menghadapi perubahan iklim,” imbuh Arif Fiyanto.

Laporan “Batubara mematikan: Biaya tinggi batubara murah, bagaimana rakyat Indonesia membayar mahal untuk bahanbakar terkotor di dunia” berisi testimoni-testimoni bagaimana tambang batubara dan PLTU bertenaga batubara secara drastis mempengaruhi kesehatan dan sumber mata pencaharian masyarakat yang tinggal di dekatnya.

Kisah-kisah ini memaparkan konsekuensi gelap dari ekspansi batubara – polusi beracun, hilangnya mata pencaharian, tergusurnya masyarakat, gangguan kesehatan pada sistem pernafasan dan sistem syaraf, hujan asam, polusi asap dan menurunnya panen pertanian – hal-hal yang diabaikan pemerintah dan industri untuk mendapatkan listrik “murah”.(GP/Gen)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS