My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Gelombang Tiga Meter di laut Selatan Jawa – Nusa Tenggara

10 Agustus
22:37 2012

PT ASDP

Mataram – PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kayangan mengimbau seluruh operator kapal terkait dengan peringatan dini Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyangkut tinggi gelombang mencapai tiga meter di perairan laut selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Barat.

Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kayangan M Yasin yang dihubungi dari Mataram, Jumat malam, mengatakan, terkait dengan peringatan dini yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencapai dua hingga tiga meter, ini perlu diwaspadai guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami mengimbau seluruh operator kapal di lintas penyeberangan Kayangan (Lombok Timur)- Poto Tano (Sumbawa Barat) agar tetap waspada sehubungan dengan gelombang dan alun tinggi tersebut,” katanya.

Ia mengatakan, kondisi cuaca agak terganggu terutama pada malam hari tinggi gelombang mencapai lebih dari satu meter di Selat Alas. Ini pengaruh gelombang di perairan laut Lombok Utara yang mencapai tiga meter.

Namun, menurut Yasin, perairan laut di lintas penyeberangan Kayangan-Poto Tano terhalang oleh gunung, sehingga di Selat Alas cukup aman karena ada Gunung Rinjani, hanya di sekitar Poto Tano gelombang cukup tinggi.

Untuk itu, kata Yasin, pihaknya terus memantau perubahan cuaca melalui prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG yang dapat dilihat di website.

“Menurut prakiraan BMKG tinggi gelombang mencapai dua hingga tiga meter di perairan NTB. Saya selalu memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG kemudian saya informasikan ke-14 kapal yang beroperasi lintas penyeberangan yang menghubungkan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa ini,” katanya

Dia mengatakan, setiap perubahan cuaca diinformasikan ke seluruh kapal yang beroperasi di lintas Kayangan-Poto Tano agar para nakhoda kapal selalu berhati-hati dan waspada guna mencegah kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Yasin mengatakan, kalau gelombang membahayakan kapal penyeberangan pihaknya meminta kapal tidak diberangkatkan guna mencegah kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, namun hingga kini belum ada penghentian penyeberangan.

“Kendati alun cukup tinggi kita belum perlu melakukan penghentian penyeberangan. Kendati demikian kami terus memberikan informasi kepada operato kapal agar tetap waspada dan jika dalam perjalanan menemukan gelombang tinggi yang membahayakan kapal dan penumpang sebaiknya kembali,” katanya.

Jarak lintas penyeberangan Kayangan-Poto Tano 12 mil laut dengan waktu tempuh 1,5 hingga 2 jam yang dilengkapi dengan dua dermaga pelabuhan yang kini kondisinya cukup baik.

Lintas penyeberangan Kayangan-Poto Tani dilayani 14 unit kapal. Perputaran kapal naik dari 32 round trip menjadi 36 round trip. Ini sebagai salah upaya mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan penumpang menjelang dan setelah Idul Fitri 1433 Hijriyah.(Ant)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS