My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Gas Rumah Kaca Keluar dari Dasar Laut Selandia Baru

 Breaking News
12 Mei
15:54 2014
Gas Rumah Kaca Keluar dari Dasar Laut Selandia Baru

Wellington – Beberapa ilmuwan Selandia Baru dan Jerman telah menemukan satu jaringan besar gas metan dan metan beku, sehingga mengakibatkan tanah longsor bawah laut dan mengeluarkan gas rumah kaca, di samudra di lepas Pantai Timur Selandia Baru.

Tim 16-anggota itu menggunakan teknologi seismik 3D dan 2D untuk memetakan gas metan di satu daerah di lepas pantai North Island, yang dikenal memiliki tanah longsor sampai sepanjang 15 kilometer dan tebal 100 meter, kata Lembaga Nasional Penelitian Air dan Atmosfir Selandia Baru (NIWA).

Mereka mendapati 99 letupan gas di satu daerah seluas 50 kilometer persegi dari dasar laut dengan ketinggian mencapai 250 meter, sehingga membuatnya menjadi konsentrasi saluran gas paling padat yang diketahui di Selandia Baru.

Ladang hidrat dan gas itu bervariasi dari ladang lain yang dikenal di Selandia Baru, kata ahli kelautan NIWA Dr. Joshu Mountjoy, sebagaimana dilaporkan Xinhua melalui Antara di Jakarta, Senin (12/5) siang.

“Sebelumnya, semua lokasi saluran gas telah berada di perairan yang lebih dalam dan berkaitan dengan patahan besar gempa bumi,” kata Mountjoy di dalam satu pernyataan pada Senin.

“Metan adalah gas rumah kaca yang sangat efektif dan keluarnya metan dasar laut memiliki potensi untuk secara dramatis mengubah iklim Bumi. Saat temperatur samudra berubah, sistem hidrat metan memiliki potensi untuk menjadi tidak stabil,” katanya.

Terjadinya tanah longsor lamban yang sangat besar, bukan bencana, memiliki dampak potensi besar bagi tsunami untuk menghasilkan tanah longsor secara global.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS