My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Galangan Kapal: Pelaku Industri Berharap Jenis Kapal Produksi Lokal Semakin Banyak

 Breaking News
24 April
18:45 2016
Galangan Kapal: Pelaku Industri Berharap Jenis Kapal Produksi Lokal Semakin Banyak

Jakarta – Pelaku industri galangan kapal berharap agar kementerian maupun BUMN dapat memperbanyak jenis kapal yang diproduksi di dalam negeri, sehingga dapat mendorong pertumbuhan industri komponen dalam negeri.

Komisaris Utama PT Industri Kapal Indonesia (IKI) Soerjono mencontohkan, sektor pupuk dapat memesan kapal pupuk curah dan begitu juga untuk sektor semen.

Hal ini dinilai dapat membuat industri lebih terpacu untuk berkembang, baik pengalaman dari sisi industri galangan kapal yang membuat kapal baru, maupun dari sisi industri komponen yang dapat memproduksi lebih banyak jenis komponen.

“Perbanyak jumlah produksi kapal, agar industri komponen kapal bisa tumbuh. Ini perlu dilakukan oleh BUMN maupun kementerian lain supaya industri kapal nasional berkembang,” ujarnya dalam siaran pers, Minggu (24/4/2016).

Dia menyatakan bahwa proyek kapal dari Kementerian Perhubungan cukup menjadi penyelamat di tengah lesunya industri galangan kapal global.

Kontrak tersebut mencakup pengadaan 188 unit kapal senilai Rp11,8 triliun secara multi years sejak 2015 hingga 2017.

Pengerjaan kapal tersebut terbagi atas tiga tahap, yakni Rp3,3 triliun untuk 2015, Rp4,4 triliun untuk 2016 dan Rp4,1 triliun untuk 2017.

Adapun jenis kapal yang diproduksi ialah kapal patroli, ro-ro, kontainer, kapal ternak, kapal induk perambuan dan kapal pengamat perambuan.

Menurut Soerjono, adanya proyek dari pemerintah menjadi tumpuan pengembangan industri perkapalan nasional, terlebih di tengah kondisi yang sedang surut pemesanan seperti saat ini.

“Apa lagi APBN yang dialokasikan untuk kontrak pengadaan kapal dalam jumlah besar ini tidak dinikmati oleh pihak asing,” katanya.(Bisnis.com)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS