My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Fadel Minta Maaf Kepada Nelayan, Petani Garam, dan Petambak

22 Oktober
18:26 2011

Fadel Muhammad

Jakarta – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad, Sabtu (22/10) meminta maaf kepada nelayan, petani garam, dan petambak ikan karena perjuangannya untuk membantu mereka terputus di tengah jalan akibat pergantian kabinet.

“Saya mohon maaf kepada semua pihak karena perjuangan untuk membuat petani garam, petambak ikan dan nelayan tidak tuntas dan terputus di tengah jalan,” kata Fadel dalam keterangan persnya di rumah dinas, Widya Chandra, Jakarta.

Kendati demikian Fadel menegaskan bahwa dirinya akan tetap membantu meskipun tidak lagi berada dalam pemerintahan.

“Insya Allah, saya tetap membantu dan tidak akan meninggalkan para nelayan, petambak ikan dan petani garam. Bagi saya, pengabdian di dalam pemerintahan maupun di luar pemerintahan tetap sama, tidak akan berubah,” ungkap mantan Menteri Kelautan dan Perikanan ini.

Selama dua tahun menjabat sebagai Menteri KKP, sudah ada landasan penting atau payung hukum untuk mensejahterakan nelayan, petani garam dan petambak ikan.

“Kalian sudah punya payung hukum, yakni Keputusan Presiden 10 Tahun 2011 dan Inpres tentang Perlindungan Nelayan,” terang Fadel.

Menurut Fadel, apa yang dilakukan selama dua tahun ini tak lain adalah bagaimana memperjuangkan kesejahteraan nelayan.

“Memang saya keras menentang adanya impor garam, menetang impor ikan, itu semata-mata untuk menjalankan konstitusi, menciptakan kesejahteraan rakyat, menjalankan kebijakan ekonomi yang pro rakyat yang harus diperjuangkan sungguh-sungguh. Saya gak tahu kalau itu dianggap berlawanan dan merugikan pihak lain,” kata Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu.

Terkait pencopotan dirinya sebagai menteri KKP, Fadel mengatakan, dirinya tak mempersalahkan lagi dan dianggap sebagai sesuatu yang wajar.

“Kalau ada masalah hukum, saya meyakini tak ada satupun permasalahan hukum saat melaksanakan tugas. Buktinya BPK pada tahun 2010 telah menaikan peringkat KKP menjadi Wajar Tanpa Pengecualian yang pada tahun-tahun sebelumnya selalu disclaimer,” ujar Fadel.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS