My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Enam Kapal Ikan Vietnam Ditangkap Kapal Patroli KKP

19 Mei
00:23 2011
Enam Kapal Ikan Vietnam Ditangkap Kapal Patroli KKP

kapal nelayan Vietnam (ilustrasi)

Medan – Kapal patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Hiu 010, Rabu (18/5) dilaporkan berhasil menangkap enam unit kapal nelayan asal Vietnam yang melakukan penangkapan ikan secara ilegal atau illegal fishing di sekitar perairan Laut China Selatan.

Kepala Stasiun Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Belawan, Mukhtar mengatakan, keenam kapal asal Vietnam tersebut ditangkap karena tidak memiliki Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) dan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Keenam kapal pukat trawl milik Vietnam ini ditangkap di perairan Laut China Selatan pada posisi koordinat sekitar 05`55″00 N-108`03`00 E.

“Kapten kapal HIU 010, Marthin melaporkan kepada kami bahwa enam kapal ikan Vietnam itu saat ini telah diamankan sementara di dermaga Satker Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Tarempa, Kabupaten Anambas, Provinsi Riau Kepulauan, guna menunggu proses pemeriksaan lebih lanjut dari institusi penegak hukum,” kata Muhktar.

Menurutnya, kapal ikan Vietnam yang ditangkap itu memiliki nomor lambung KM. KG1396, KM. KG 1594, KM. KG 1196, KM. KG 91991, KM. BV 5482 dan KM. BV 5487 dengan jumlah keseluruhan anak buah kapal sebanyak 60 orang.

Selain menahan keenam kapal ikan tersebut, para nakhoda kapal tersebut juga menjadi tersangka karena melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf (b) Jo pasal 92 Jo pasal 93 ayat (2) Jo pasal 86 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan.

Muhktar mengakui, upaya pengawasan terhadap perairan laut Indonesia perlu terus ditingkatkan guna meminimalisir aksi pencurian ikan dan biota laut lainnya.

“Perairan Indonesia perlu terus dijaga dari kemungkinan aksi pencurian ikan oleh kapal-kapal nelayan asing,” ujarnya (Ant)

1 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *