My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Ekspedisi Nusantara Jaya Cikal Bakal Tol Laut

 Breaking News
07 Juni
14:12 2015
Ekspedisi Nusantara Jaya Cikal Bakal Tol Laut

KRI Banda Aceh РEkspedisi Nusantara Jaya yang berlayar menggunakan kapal  KRI Banda Aceh menjadi cikal bakal program tol laut yang diharapkan Presiden Joko Widodo dapat dimulai secara penuh secepatnya.

Komandan Satuan Tugas tim Ekspedisi, Letnan Kolonel (P) Heri Prihartanto kepada Antara di KRI Banda Aceh yang sedang melayari perairan Sulawesi dengan kecepatan 10 knots, Minggu siang, mengatakan ekspedisi ini telah menjadi embrio pelaksanaan tol laut dengan memangkas jalur distribusi barang yang dibawa dari Jakarta dan Makassar ke pulau-pulau sekitar Sulawesi.

Kemudian, konsep tol laut akan diteruskan hingga ke pelabuhan di Sorong, Kepulauan Saumlaki, dan Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Untuk perjalanan yang sedang berlangsung di perairan Sulawesi ini, Letkol Heri mengatakan, bantuan dari Bank Indonesia telah disalurkan dari KRI Banda Aceh sebagai kapal induk, ke berbagai wilayah di Makassar, termasuk Pulau Kodingareng.

“Kita memiliki armada yang besar. KRI Banda Aceh sebagai kapal induk berkoordinasi dengan berbagai lembaga, termasuk BI, untuk menyalurkan bantuan ke daerah-daerah menggunakan kapal yang lebih kecil atau kendaraan lain,” kata dia.

Saat singgah di Pelabuhan Makassar dari Kamis (4/6) hingga Minggu pagi (7/6), BI dibantu TNI AL, Kementerian Pemuda dan Olahraga, dan ratusan relawan tim Ekspedisi telah mendistribusikan bantuan berupa bahan makanan pokok, sarana pendidikan dan kesehatan, serta juga layanan penukaran uang dan sosialisasi penggunaan uang rupiah.

Bantuan tersebut telah didistribusikan melalui Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar. Satu kapal kecil milik KRI Banda Aceh telah membawa alat belajar, sarana pendidikan dan kesehatan, serta alat pemancar berteknologi “solar cell” ke Pulau Kodingareng, Makassar.

Asisten Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI Dandy Indarto Seno mengatakan, lokasi sasaran berikutnya adalah daerah-daerah terpencil di sekitar Sorong, Papua. Namun, kepastian daerah tersebut masih harus dirapatkan dengan pihak TNI AL, Kementeriaan Koordinator Kemaritiman, dan Kementerian Pemuda dan Olahrga.

“Kita juga masih menjalin koordinasi dengan pihak pemerintah setempat agar operasi ini dapat berjalan efisien dan efektif,” kata Dandy.

Total modal yang dibawa BI untuk penukaran uang sebesar Rp15 miliar. Ekspedisi ini juga melibatkan sekitar 220 relawan yang bertambah dari jumlah 183 relawan saat berlayar dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, 1 Juni 2015 lalu.(Antara)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS