My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Duabelas Pulau Terdepan RI Mendapatkan Perhatian Khusus

17 September
19:40 2010
Duabelas Pulau Terdepan RI Mendapatkan Perhatian Khusus

KRI Frans Kaisiepo 368

Yogjakarta Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan 12 pulau terluar di wilayah Indonesia memperoleh perhatian khusus dari pemerintah, karena berpotensi menimbulkan konflik dengan negara tetangga yang berbatasan langsung dengan pulau itu. Demikian disampaikan Menteri Pertahanan (menhan) usai meresmikan Pondok Transit Gratia Sendangsono, Desa Banjaroyo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (17/9).

Poernomo menyebutkan 12 pulau terdepan itu di antaranya Pulau Sebatik di Nunukan, Kalimantan Timur, yang berbatasan dengan Malaysia, Pulau Rondo di Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam berbatasan dengan India, Pulau Sekatung di Kepulauan Natuna berbatasan dengan Vietnam, serta Pulau Mianggas di Sulawesi Utara berbatasan dengan Filipina.

Menurut Poernomo Yusgiantoro, TNI AL akan terus mengintensifkan patroli rutin di pulau-pulau tapal batas tersebut.

“Oleh karena itu, peran TNI AL lebih dominan dalam pengawasan perbatasan dengan wilayah negara lain, sementara TNI Angkatan Darat (AD) dan TNI Angkatan Udara (AU) hanya memback-up,” katanya.

Sebab, menurut Menhan Purnomo Yusgiantoro, untuk membangun “helipad” atau tempat mendarat helikopter sulit dilakukan, karena kondisi geografis pulau-pulau itu umumnya berbukit-bukit.

Ia mengatakan disamping meningkatkan patroli pengamanan wilayah, penguatan segi ekonomi dan infrastruktur di pulau terluar di wilayah perbatasan tersebut juga memiliki andil besar dalam menjaga stabilitas pertahanan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pembangunan infrastruktur meliputi pengadaan sumber mata air bersih, dan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Sebelumnya, saya sudah berkecimpung lama dalam dua sektor tersebut,” kata mantan Menteri Enerji dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini.

Saat ditanya mengenai keterkaitan jabatannya sebagai menhan dalam peresmian Pondok Transit itu, Purnomo mengatakan kedatangannya ke Kabupaten Kulon Progo merupakan urusan pribadi.

“Saya kemari sebagai Purnomo Yusgiantoro saja, tanpa embel-embel menteri pertahanan, maupun mengemban tugas kenegaraan,” katanya.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS