My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Dua Kapal Filipina Bawa Ratusan Tuna Ditangkap, Satgas Buru Aktor Intelektualnya

 Breaking News
24 Desember
22:01 2015
Dua Kapal Filipina Bawa Ratusan Tuna Ditangkap, Satgas Buru Aktor Intelektualnya

Jakarta – Satgas Pemberantasan illegal fishing memburu tokoh intelektual dibalik pencurian ratusan tuna di Laut Halmahera, Maluku.

Hal itu menyusul ditangkapnya dua kapal yakni KMN Tuna Mandiri 02 dan KM Johnny II yang seluruh awaknya merupakan warga negara Filipina pekan lalu.

“Satgas tidak akan berhenti pada penindakan terhadap 2 Nahkoda kapal tersebut, tetapi juga akan mengejar otak atau pelaku intelektual dari kejahatan ini,” ujar Ketua Harian Satgas Illegal Fishing Laksadya Widodo dalam siaran pers, Jakarta, Kamis (24/12/2015).

Menurut Satgas, modus yang digunakan oleh kedua kapal itu sering digunakan oleh para mafia illegal fishing. Sebab, aksi kejahatan yang dilakukan terbilang terorganisir.

Dari hasil pemeriksaan, para pelaku illegal fishing itu membeli kapal-kapal Indonesia yang kemudian digunakan untuk melakukan penagkapan ikan di laut Indonesia.

Kedua kapal yang digunakan menangkap ikan-ikan tuna itu berbendera Indonesia namun seluruh awaknya orang Filipina.

Menurut Satgas, Ikan hasil tangkapan kemudian dialihmuatkan (trashipment) dengan kapal angkut Philipina yang menunggu di perbatasan.

Saat ini, penyidik Pol Air Baharkam Polri sedang melakukan penyidikan terhadap dua kapal tersebut.

Rencananya, dua kapal itu akan ditenggelamkan di tahap penyidikan sesuai dengan Pasal 76A UU Perikanan juncto Suran Edaran Mahkamah Agung No. 1 Tahun 2005.

Adapun barang bukti ikan akan segera dilelang sesuai dengan Pasal 45 KUHAP juncto Pasal 73A UU Perikanan juncto Surat Edaran Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan NOMOR SE-1/KN/2015.

Selanjutnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti selaku Komandan Satgas akan menyampaikan nota protes kepada Pemerintah Filipina.(Kompas.com)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS