My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

DPRD Bali: Jangan Jadikan Upacara Agama Sebagai Kedok

24 Januari
20:00 2013

Denpasar – Ketua Komisi I DPRD Bali Made Arjaya berharap para pelaku perdagangan penyu tidak lagi menggunakan kedok upacara agama sebagai alasan untuk memperdagangkan penyu secara illegal.

Kondisi ini merugikan bagi citra pariwisata Bali, apalagi penyu telah ditetapkan sebagai satwa langka dan dilindungi.Mengingat penggunaan penyu untuk upacara agama harus melalui persetujuan dari desa adat dan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Belum lagi penggunaan penyu untuk upacara agama juga hanya khusus untuk upacara besar.

“Jadi sepanjang itu direkomendasikan oleh adat itu boleh, bisa saja mengambil di penangkaran, tetapi kalau itu perdagangan itu salah, harapan kita dari pihak kepolisian lebih intensif” papar Made Arjaya saat ditemui Indosmarin.com di Denpasar, Kamis (24/1).

Made Arjaya juga berharap kepolisian bertindak tegas terhadap oknum-oknum yang memperdagangkan penyu secara illegal dan menggunakan kedok upacara agama.

Selain itu pihak kepolisian lebih intensif melakukan pengawasan terhadap perdagangan penyu di Bali.(Mul)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *