My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

DPR RI Sesalkan Sikap ASDP Membeli Kapal Ferry Bekas Inggris

01 Januari
20:34 2013
DPR RI Sesalkan Sikap ASDP Membeli Kapal Ferry Bekas Inggris

Olly Dondokambey

Jakarta – Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI Olly Dondokambey menyesalkan, sikap ASDP yang lebih memilih membeli ferry bekas dari Inggris. Padahal, lanjutnya, produksi dalam negeri sudah mampu bersaing dengan produk luar negeri, apalagi, setelah ferry didatangkan ke Indonesia, ternyata malah harus dilakukan modifikasi badan ferry untuk penyesuaiannya terhadap pelabuhan di Indonesia.

Olly menyatakan, ASDP telah melakukan kesalahan berlapis yakni tidak menjalankan asas Cabotage dalam mendukung industri galangan kapal domestik kemudian ferry bekas itu masih perlu dimodifikasi lebih dulu sebelum dioperasikan di Indonesia.

Selain itu, manajemen ASDP tidak bersedia mendukung pertumbuhan industri galangan kapal nasional, dengan melakukan impor ferry bekas.

“Padahal, jika saja ASDP menggunakan ferry produk galangan kapal dalam negeri, otomatis tidak perlu lagi dilakukan modifikasi body-nya, sebab galangan kapal dalam negeri pasti memahami struktur pelabuhan di seluruh Indonesia,” katanya.

Artinya, tambahnya, tidak perlu lagi ada biaya tambahan untuk modifikasi body ferry bekas itu, sebab jika 1 unit ferry butuh Rp8 miliar, jika 4 unit ferry maka sebesar Rp 32 miliar.

“Itu kan cost sia-sia yang tidak perlu keluar jika menggunakan produk dalam negeri,” katanya.

Senada dengan itu, pengamat ekonomi Indef Ahmad Erani Yustika mengatakan, masalah komitmen setiap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menggunakan produk dari industri dalam negeri, dapat diterobos melalui konsensus politik untuk memprioritaskan BUMN.

“Yang harus dilakukan adalah memastikan bahwa BUMN tersebut, dalam hal ini DKB mampu memproduksi kapal dengan mutu yang baik. Sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh rakyat Indonesia,” katanya.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS