My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

DPR: Dampak PLTU Batang Tidak Boleh Ganggu Aktivitas Nelayan

 Breaking News
04 Maret
17:54 2016
DPR: Dampak PLTU Batang Tidak Boleh Ganggu Aktivitas Nelayan

Batang – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat berpesan mengingatkan pengembang proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang, Jawa Tengah, agar analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) proyek tersebut dilaksanakan sesuai dengan perencanaan.

“Perencanan ‘masterplan’ amdal sudah ada. Amdal harus sesuai perencanan yang ada agar dampaknya tidak mengganggu aktivitas nelayan dan masyarakat di sekitar PLTU,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ibnu Multazam di Desa Ujungnegoro, Kabupaten Batang, Jumat.

Selain berkunjung ke lokasi PLTU, sebanyak 12 Anggota Komisi VI DPR juga mendapat pemaparan sekitar proses pembangunan PLTU oleh pimpinan PT Bhimasena Power Indonesia (BPI), Ary Wibowo, selaku pengembang proyek ketenagalistrikan.

Ibnu Multazam mengatakan bahwa dalam kunjungan kerja ini, DPR ingin mengetahui langsung terhadap fungsi amdal PLTU agar nantinya tidak menganggu aktivitas nelayan atau warga terdampak.

“Kami akan terus melihat perkembangan pembangunan PLTU ini, tercipta lapangan pekerjaan, bertumbuhnya usaha baru, dan mempriorititaskan tenaga terampil, serta masyarakat terdampak merasa tidak tertinggal nantinya,” katanya.

Ia menilai keberadaan PLTU ini sangat bagus untuk negara karena kalau sesuai dengan perjanjianya untuk modal asing yang di inveskan setelah 25 tahun seluruh aset akan diserahkan pada negara.

“Kami berharap jangan menyalahi perjanjian dan harus tepat waktu dan jangan molor seperti pada perusahaan lainya,” katanya.

Pimpinan PT BPI Batang, Ary Wibowo mengatakan sesuai jadwal pembangunan proyek PLTU akan selesai dikerjakan hingga 48 bulan ke depan.

“Luas lahan PLTU mencapai 226 hektare. Semua lahan milik warga sudah bisa dibebaskan meski sebelumnya sekitar 2,5 hektare lainnya proses pembebasan lahan harus melalui konsinyasi,” katanya.(Antara)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS