My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

DKP: “Water Front City” Ide Cemerlang Pemkot Ambon

05 Agustus
06:02 2009
DKP: “Water Front City” Ide Cemerlang Pemkot Ambon

pemandagan-kota-ambonAmbon – Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) menilai Water Front City (WFC), program pemberdayaaan kawasan Teluk Ambon yang digagas oleh Pemerintah Kota Ambon, merupakan langkah tepat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ini ide cemerlang dan DKP akan mendukungnya,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) DKP, Alex Retraubun, saat menghadiri pemaparan konsep WFC oleh Walikota Ambon, Jopie Papilaja, di Ambon, Selasa (4/8).

Retraubun berjanji akan serius mendukung konsep WFC, dan mengadopsinya untuk diterapkan di daerah lain yang juga memiliki karakteristik wilayah yang sama dengan Kota Ambon.

Menurut dia, di Indonesia ada 226 kabupaten/kota yang bercirikan dan berkarakteristik sama dengan Kota Ambon, tetapi tetapi belum ada yang berpikir untuk mengelola potensi tersebut secara optimal.

“Baru Makassar, Sulawesi Selatan saja yang yang mulai mengembangkan konsep WFC, khususnya untuk pengembangan kawasan Pantai Losari,” katanya.

Untuk pengembangan kawasan pantai Losari, Makassar, DKP mengucurkan dana sebesar Rp25 miliar.

“Di pantai Losari itu dilakukan reklamasi sehingga biayanya mahal. Tetapi rencana pengembanan di Ambon tidak dengan reklamasi sehingga lebih murah,” katanya.

Konsep WFC, menurut Retraubun, merupakan cara Pemkot Ambon untuk memuliakan laut sekaligus mengembalikan mengembalikan lagi kejayaan Teluk Ambon.

Kejayaan Teluk Ambon di masa lampau sebagai ladang ikan umpan bagi perikanan tuna, tandasnya, kini hanya tinggal kenangan karena aktivitas masyarakat di darat sulit dikendalikan.

Dia menambakan, topografi Kota Ambon yang berbukit di sekitar teluk harus dikembangkan dengan baik karena kecenderungan pemukiman akan mengarah ke perbukitan.

“Jika tidak diawasi maka bencana longsor bisa terjadi setiap tahun dan pengaruhnya juga akan terasa di laut, terutama di Teluk Ambon,” ujarnya.

Guna mendukung pengembangan konsep WFC, Retraubun menyarankan Pemkot Ambon menyusun Rencana Strategi Pengolahan pesisir kota, rencana zonasi pesisir Pulau Ambon dan sistem pengolahan limbah cair.

“Kami akan mendukung konsep ini, termasuk mencari investor yang berminat membantu mengembangkannya. Kawasan pesisir yang dikelola dengan baik, pasti akan memberikan efek berganda bagi masyarakat yang bermukim di Ambon,” ujarnya.(Ant)

1 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS