My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

DKP: Tsunami di Indonesia Cenderung Lebih Parah

11 November
12:10 2009
DKP: Tsunami di Indonesia Cenderung Lebih Parah

cloud9_lineupDenpasar – Hasil pantauan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) menemukan fakta bahwa rata-rata dampak bencana tsunami yang terjadi di Indonesia masuk dalam katogiri parah.

Salah satu faktor yang dinilai menjadi penyebab utama adalah tidak adanya greenbelt atau hutan pantai yang menjadi benteng alam atas terjangan Tsunami. Karena salahsatu fungsi greenbelt adalah untuk meredam kekuatan arus tsunami sehingga tidak menimbulkan kerusakan parah di daratan.

Direktur Pesisir dan Lautan Direktorat Jenderal Kelautan Perikanan dan Pulau-pulau Kecil, Departemen Kelautan dan Perikanan, Subandono Diposaptono menyebutkan secara umum pesisir pantai di Indonesia saat ini dipenuhi dengan pemukiman.

Menurut Subandono tingkat kerusakan akibat tsunami juga sangat dipengaruhi oleh topografi wilayah pesisir.

”Misalnya topografinya, kalau topografinya landai dia rentan, kalau dia tinggikan gak karena dia naik. Kemudian ada hutan pantai gak, kalau tidak ada tsunami mudah merangsek ke darat” jelas Dr. Subandono Diposaptono kepada Indosmarin.com saat ditemui di Sanur (11/11).

Selanjutnya Subandono Diposaptono mengatakan bahwa greenbelt atau hutan pantai sangat penting di pesisir pantai Indonesia. Apalagi sepanjang garis pantai Indonesia mulai dari Pantai bagian Barat Sumatra, Jawa, Bali, pesisir Maluku dan Sulawesi hingga pantai Papua bagian utara merupakan daerah rawan tsunami.(Mul)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS