My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

DKB Modifikasi Empat Ferry ASDP Bekas Inggris

01 Januari
20:33 2013
DKB Modifikasi Empat Ferry ASDP Bekas Inggris

Dok Kodja Bahari

Jakarta – PT Dok Kodja Bahari (DKB) melakukan modifikasi terhadap empat unit kapal ferry milik PT Angkutan Sungai, Danau dan Perairan (ASDP) yang diimpor dari Inggris.

Direktur Pemeliharaan dan Perbaikan PT DKB Bambang Wibisono di Jakarta, Selasa (1/1) mengakui bahwa satu unit ferry milik ASDP asal Inggris itu sedang docking di Galangan I DKB untuk dilakukan modifikasi pada badan ferry tersebut.

“Ya, mereka (ASDP) `kan baru beli kapal dan memang untuk Pelabuhan Merak itu butuh spesifikasi yang harus disesuaikan dari negara asalnya, Inggris,” katanya.

Dia menjelaskan, modifikasi yang dilakukan DKB antara lain desain pintu untuk jalur keluar masuk mobil ke dalam dan keluar ferry atau disesuaikan dengan pelabuhan tempat ferry itu beroperasi.

“Itu yang utama mereka minta untuk DKB lakukan. Kapalnya disesuaikan dengan pelabuhannya, dimodifikasilah, desain terutama untuk bongkar muat. Supaya sesuai dengan Pelabuhan Merak,” katanya.

Bambang Wibisono mengatakan, PT DKB siap untuk membangun dan memproduksi kapal besar berukuran panjang hingga 120 meter dan lebar 30 meter.

Penggunaan teknologi canggih, tambahnya, akan menjadikan kapal produksi DKB mampu bersaing di tingkat internasional.

“Kami sudah siap untuk membangun kapal-kapal besar dengan panjang sekitar 120 meter. Bahkan, kami juga menawarkan kapal itu sudah sesuai dengan karakter Indonesia, kebutuhan Indonesia, dan karakteristik penumpang Indonesia. Semuanya sudah kita sesuaikan,” kata dia.

Menurut dia, saat ini kapal ferry terpanjang di Indonesia berukuran di bawah 100 meter, sedangkan galangan kapal DKB mampu membangun kapal dengan panjang hingga 120 meter.

Bambang menuturkan, pihaknya tengah membangun 3 unit kapal pesanan TNI Angkatan Laut senilai Rp500 miliar yang dilengkapi dengan teknologi canggih dan sistem permesinan yang komprehensif.

Terkait maraknya impor kapal ferry bekas yang dilakukan berbagai perusahaan pelayaran milik pemerintah maupun swasta, Bambang menegaskan, pihaknya sudah sangat siap untuk membuat kapal sekelas ferry.

Menurut dia, dari sisi teknologi, ferry digolongkan sebagai kapal yang pembangunannya tidak sulit, apalagi ferry untuk penyeberangan.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *