My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Diam-diam Keluarkan Ijin Reklamasi, Ahok Digugat Nelayan Teluk Jakarta

 Breaking News
21 Januari
11:12 2016
Diam-diam Keluarkan Ijin Reklamasi, Ahok Digugat Nelayan Teluk Jakarta

Jakarta – Nelayan tradisional Teluk Jakarta bersama beberapa organisasi lingkungan hidup, Kamis (21/1) menggugat Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atas dikeluarkannya ijin reklamasi terhadap Pulau F, Pulau I dan Pulau K yang berada di Teluk Jakarta.

Menurut mereka ketiga ijin reklamasi tersebut diterbitkan secara diam-diam tanpa diketahui publik.

“Ijin reklamasi Pulau F dan Pulau I diterbitkan Gubernur DKI pada 22 Oktober 2015, sedangkan ijin reklamasi atas Pulau K diterbitkan pada 17 November 2015.” ungkap Iwan, Koordinator Komunitas Nelayan Tradisional Muara Angke, kepada Indosmarin.com dalam siaran persnya, Kamis (21/1) siang.

Iwan menyayangkan terbitnya ketiga ijin tersebut yang dianggapnya tidak melibatkan partisipasi publik.

“Hal ini menunjukkan keinginan Gubernur Ahok untuk memaksakan proses reklamasi di Teluk Jakarta, dan ini jelas merupakan pelanggaran prosedur dan kewenangan yang berujung pada kerugian masyarakat pesisir, nelayan, dan lingkungan.” imbuh Iwan.

Iwan juga menambahkan bahwa apa yang dilakukan Ahok menunjukkan tidak adanya keterbukaan informasi kepada nelayan atas terbitnya tiga izin reklamasi baru tersebut.

“Padahal reklamasi yang terbit tersebut berada di wilayah tangkap nelayan tradisional yang telah dimanfaatkan secara turun-temurun.” papar Iwan.

Sementara, M. Taher dari DPW KNTI Jakarta menyatakan bahwa Gubernur Ahok berpotensi melanggar hak asasi nelayan tradisional.

“Belum selesai dengan sengketa Ijin Reklamasi Pulau G, gubernur kemudian menerbitkan ijin baru secara diam-diam. Ini menunjukkan tidak adanya keberpihakan dan perlindungan Pemprov DKI Jakarta kepada nelayan tradisional.” ungkap Taher.(KNTI / Gentry Amalo)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS