My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Di Pulau Halmahera Rawan Terjadi Penyelundupan Satwa Liar

 Breaking News
05 Agustus
13:55 2016
Di Pulau Halmahera Rawan Terjadi Penyelundupan Satwa Liar

Ternate – Pulau Halmahera, Maluku Utara, merupakan daerah rawan penyelundupan satwa liar, menyusul kasus penangkapan atas penyelundupan satwa liar dalam sebulan terakhir.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Ternate BKSDA Maluku, Lilian Komaling, di Ternate, Jumat, mengatakan, daerah paling rawan tentang ini adalah di Halmahera Utara.

Untuk meminimalisir itu, mereka berkoordinasi rutin dengan instansi terkait yakni polisi dan TNI walau terkendala jumlah personil.

“Koordinasi menjadi senjata kami, karena, keterbatasan personil dan sarana-prasarana,” ujarnya.

Selain itu, juga menyosialisasikan kesadaran pada masyarakat, dimana jika masyarakat mengetahui ada penyelundupan satwa dilindungi agar segera dilaporkan.

Pada Mei hingga Juli 2016 sudah terjadi penyitaan 474 burung satwa liar hidup dari berbagai jenis.

Di sana terdapat enam kawasan konservasi di Halmahera Selatan dan Kepulauan Sula, yaitu Cagar Alam Gunung Sibela di Halmahera Selatan, Cagar Alam Buku Matola, Cagar Alam Toseho, Cagar Alam Taliabu, Cagar Alam Obi, dan Cagar Alam Toborai.(Antara)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *