My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Demi Pendidikan, Pria Hong Kong Beli Kapal Induk HMS Invicible

08 Januari
18:55 2011
Demi Pendidikan, Pria Hong Kong Beli Kapal Induk HMS Invicible

HMS Invicible

Hong Kong – Seorang pengusaha Hong Kong telah mengajukan tawaran sebesar 7,7 juta dolar AS guna membeli kapal induk Inggris HMS Invincible sehingga ia dapat mengubahnya menjadi sekolah internasional di China, demikian isi satu laporan pada Jumat (7/1).

South China Morning Post melaporkan Lam Kin-bong menyampaikan upaya itu dalam penawaran untuk kapal yang sudah tak aktif tersebut, yang memainkan peran penting dalam konflik Kepulauan Falkland 1982 antara Argentina dan Inggris.

Lam, yang mengoperasikan rangkaian restoran terkenal China, Wing Wah, menawarkan untuk membayar lima juta pound atau sekitar 7,7 juta dolar AS dalam lelang itu.

Jika Lam menang dalam lelang, Lam berencana menarik Invincible, kapal induk yang berbobot 22.000 ton ke kota Zhuhai, China selatan, di dekat Hong Kong dan Makau. Lam berencana mengubah kapal induk itu jadi sekolah.

“Untuk membantu membina hubungan komunikasi dan budaya antara China dan Inggris”, katanya.

Lam tak bisa dihubungi untuk dimintai komentar pada Jumat (7/1).

Pengusaha itu memberi tahu South China Morning Post bahwa Ia tak memiliki rencana untuk menggunakan kapal tersebut untuk tujuan militer, di tengah keprihatinan AS mengenai penggelaran militer Beijing.

“Tujuan saya murni komersial dan tak ada sangkut-pautnya dengan militer,” kata Lam.

Lam mengatakan pilihan lain ialah membiarkan kapal tersebut tertambat di kota Liverpool, Inggris, dan mengubahnya jadi “sekolah guna mendorong pemahaman mengenai China dan orang China di Inggris”.

Sementara jurubicara Kementerian Pertahanan Inggris memberi tahu South China Morning Post bahwa semua komponen kapal tersebut akan dilucuti.

“Namun, pada kenyataannya membeli peralatan seperti ini adalah membeli bom,” tambahnya.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS