My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

CTC Gunakan Limbah Botol Bekas untuk Transplantasi Karang

 Breaking News
14 Desember
21:02 2016
CTC Gunakan Limbah Botol Bekas untuk Transplantasi Karang

Denpasar – Limbah botol bekas saat ini dirasa cukup mengganggu kebersihan lingkungan, karenanya Coral Triangle Center (CTC) dan operator selam, Living Seas Dive Center bekerja sama melakukan uji coba memanfaatkan aneka botol bekas tersebut sebagai media tanam transplantasi terumbu karang yang terancam punah akibat menumpuknya sampah di pesisir serta ancaman pemanasan global.

Ide kreatif penanaman bibit terumbu karang ini diujicobakan di kawasan perairan Padang Bay, Karangasem, Bali dengan menggunakan botol bekas, baik botol plastik maupoun botol beling di areal seluas 4 meter persegi.

“Karena ini masih dalam skala uji coba, maka luasannya masih sangat kecil sekitar 4 meter persegi, dimana bahan yang diuji cobakan berasal dari botol kaca dan botol plastik” papar Marthen Welly, Learning Site Manager CTC , kepada Indosmarin.com Rabu (14/12) siang.

Adapun upaya pemanfaatan botol bekas menjadi media tanam terumbu karang ini berawal dari keprihatinan akan banyaknya botol bekas terutama botol plastik yang berserakan dan berakhir ditempat sampah. Botol bekas tersebut juga mencemari laut.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan rehabilitasi terumbu karang sekaligus mengatasi masalah sampah khususnya botol plastik dan juga botol beling yang mencermari laut kita. Jika berhasil maka keuntungannya, seperti mendapatkan dua burung dengan satu batu, yakni karang terehabilitasi dan masalah sampah bisa dikurangi” terang Marthen Welly.

Marthen Welly menerangkan bahwa selama ini transplantasi terumbu karang identik menggunakan bahan beton atau semen sebagai substrat. Namun kenyataanya media botol bekas dapat digunakan sebagai media untuk melakukan transplantasi karang. Menurutnya, ide kreatif ini merupakan langkah positif, sehingga langkah dan upaya positif harus didukung, kendati masih dalam skala uji coba. (Redra Raditya)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS