My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

“Circle Hook” Efektif Kurangi Penyu Tertangkap

25 Agustus
15:40 2008
“Circle Hook” Efektif Kurangi Penyu Tertangkap

Gentry amalo – indosmarin.com

Sanur – Pancing lingkar atau circle hook terbukti mengurangi jumlah penyu yang tertangkap saat aktifitas pemancingan tuna long-line di laut lepas.

Menurut catatan WWF-Indonesia, pada tiga sentra penangkapan tuna Indonesia, yakni pelabuhan Bitung di Sulawesi Utara, Pelabuhan Ratu di Jawa Barat, dan Benoa-Bali, kapal tuna long-line menangkap antara sedikitnya 1 hingga 5 ekor penyu setiap melaut (fishing trip).

Kapal-kapal dari Bitung yang beroperasi di kawasan sebelah Utara Papua dan Pasifik Barat bahkan bisa menangkap antara 5 hingga 40 ekor penyu setiap melaut di tempat-tempat tertentu, khususnya di dekat pantai peneluran penyu.

Uji coba yang dilakukan oleh WWF-Indonesia yang didukung oleh 34 kapal long-line dan menggunakan lebih dari 38.000 pancing circle hook menunjukkan hasil memuaskan.

Kisyono, kapten kapal KM Sari Segara 02, menyatakan bahwa circle hook berhasil mengurangi tangkapan sampingan penyu.

“Hasil tangkapan tuna kami tidak berkurang, justru tangkapan samping penyu kami bisa berkurang drastis. Kami mengharapkan pancing ini bisa tersedia lebih banyak dipasaran,” ujarnya.

Koordinator Nasional Program Perikanan WWF-Indonesia Imam Musthofa Zainudin, mengimbau agar para pengusaha memproduksi pancing lingkar dalam jumlah banyak.

“Kebutuhan akan pancing lingkar akan terus meningkat seiring dengan peningkatan kebutuhan mengurangi by-catch.”

Selanjutnya Imam menambahkan “Keterlibatan aktif industri perikanan Indonesia dalam mewujudkan perikanan yang bertanggung jawab adalah upaya memperkuat posisi tawar perikanan Indonesia di mata dunia dimana produk perikanan kita sering mendapat sorotan dunia,” tandasnya.

Untuk diketahui, Indonesia sudah mengambil langkah tepat dalam melindungi penyu, dengan menandatangani Mou IOSEA pada 2004.

Sementara, dari sisi upaya menuju perikanan berkelanjutan, Indonesia sudah menjadi anggota penuh Regional Fisheries Management Organisation (RFMO) antara lain Indian Ocean Tuna Commission (IOTC) dan Convention on Conservation of Southern Bluefin Tuna (CCSBT).

Indonesia juga sedang dalam proses menjadi anggota penuh Western and Central Pacific Fisheries Commission (WCPFC)(*)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS