My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Catatan Migrasi Awal Bangsa Cina di Asia Tenggara

23 Juni
00:51 2008

Hari Suroto – indosmarin.com

Makassar – Bangsa Cina ternyata telah melakukan migrasi sejak ribuan tahun silam. Dalam catatan sejarah, migrasi awal bangsa ini dilakukan sebelum abad ke-sembilan belas khususnya ke wilayah Asia Tenggara dan Taiwan. Para imigran bangsa Cina umumnya terdiri atas pelarian politik yang menentang dinasti yang sedang berkuasa saat itu. Selain itu ada pula pengikut rombongan duta pemerintah Cina yang tertinggal di negara-negara yang disinggahi, dan pedagang yang “membonceng” rombongan duta pemerintah Cina ataupun peziarah agama Budha yang pergi ke India melalui laut.

Menurut catatan sejarah, hubungan awal bangsa Cina dengan bangsa-bangsa di Asia Tenggara sudah terjadi sejak jaman dinasti Han yang berkuasa pada 206 SM – 221 M. Pada 230-240, raja Sun Quan dari dinasti Wu juga tercatat pernah tiga kali mengirim duta ke Asia Tenggara. Pada jaman dinasti Jin yang berkuasa 265 M – 419 M, tercatat seorang pendeta Budha yang bernama Faxian kembali ke Cina dari India melalui Selat Malaka dan Laut Cina Selatan. Ketika singgah di ibukota Sriwijaya, Faxian merasa terharu melihat sebuah kipas Cina. Kipas ini membuktikan kemungkinan telah ada bangsa Cina yang datang ke Sriwijaya sebelum Faxian. Di daratan Cina sendiri, sejak 671 M, Guangzhou (Canton) telah dikenal sebagai pelabuhan yang ramai dikunjungi pedagang bangsa asing.

Pada 907, Cina juga mengirim utusan ke Semenanjung Malaka. Berikutnya ketika dinasti Yuan berkuasa pada 1277-1367, banyak pembangkang pemerintah Mongol yang melarikan diri ke Jepang, Kamboja, dan Vietnam. Pusat perdagangan pun kemudian dipindahkan ke Guangzhou. Tiga pelabuhan dagang baru dibuka, yaitu Qingyuan, Shanghai, dan Qanpu.

Pada masa keemasannya, yaitu periode 1279 – 1295, Yuan kembali mengirim duta ke Kamboja, India, dan Jawa. Di Jawa duta Yuan bentrok dengan Raja Kertanegara dari Jawa Timur. Menurut catatan sejarah, sampai dengan akhir berkuasanya dinasti Yuan, bangsa Cina sudah ada yang menetap di Sumatera, Singapura, dan Jawa.

Ketika Ming berkuasa pada 1368 – 1644, Kaisar Yong Le mengirim duta ke berbagai negara di Asia Tenggara bahkan hingga ke Afrika Utara. Perjalanan duta Ming ini dikenal dengan perjalanan Armada Laksamana Cheng Ho. Bukti kunjungannya ke Jawa dapat kita lihat di Semarang dan Ancol – Jakarta, yaitu berupa kelenteng yang dibangun untuk memuja Zheng Ho (Sam Poo Toa Lang) atau yang memuja salah seorang pengikut rombongan Zheng Ho yang meninggal dunia di Jawa(*)

Tags
Share

2 Komentar

  1. Alpha
    Alpha Juni 24, 09:15

    Bagus!!!! Teruslah Menulis ..

  2. yustinus
    yustinus Januari 11, 00:17

    Cerita bagus,…baik kalau dilanjutkan periode berikutnya hingga sekarang ini. Agar pembaca yang ingin mengetahui lebih banyak soal itu, maka baik kalau sumber aslinya dicantumkan. Misalnya: menurut sejarah,… sejarah apa, karangan siapa, terbitan tahun berapa. Dengan begitu tulisan ini benar-benar sangat membantu para pembacanya. TQ

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS