My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Bupati: Kabupaten Natuna Belum Milik Pelabuhan Ekspor Impor

29 Mei
10:48 2011
Bupati: Kabupaten Natuna Belum Milik Pelabuhan Ekspor Impor

Pemkab Natuna

Natuna – Bupati Natuna, Ilyas Sabli, Minggu (29/5) mengatakan bahwa hingga saat ini Kabupaten Kepulauan Natuna belum memiliki pelabuhan ekspor-impor dan kantor Bea dan Cukai.

“Karena itu, ekspor hasil laut Natuna dan pengurusan dokumennya masih melalui Kabupaten Kepulauan Anambas, katanya dalam perjalanan laut dari Pulau Midai ke Pulau Subi, Minggu (29/5).

Ilyas Sabli, mengatakan Pemkab Natuna berkeinginan membangun pelabuhan ekspor-impor dan mengharapkan Ditjen BC membuka kantor di Natuna.

“Itu tidak akan mudah,” kata Bupati dari kabupaten yang berdiri sejak 1999 dan pada 2008 Kecamatan Anambas menjadi Kabupaten Kepulauan Anambas.

Seperti juga Kepulauan Anambas yang usianya lebih muda sebagai daerah otonom, Natuna selama ini dikenal sebagai wilayah perikanan laut, disamping minyak dan gas bumi lepas pantai.

“Sebulan sekali, kapal dari Hong Kong datang “menjemput” ikan napoleon dan kerapu hasil budidaya warga,” kata Bupati.

Ia mengemukakan, sebagai daerah perikanan, di Natuna perlu ada pabrik pengolahan ikan dan saat ini Pemkab sedang menjajaki agar salah satu investor mau mendirikan pabrik pengolahan ikan selain perkebunan kelapa sawit di Pulau Bunguran Besar.

Ilyas Sabli telah dua kali bertemu dengan salah investor dalam negeri untuk membicarakan kemungkinan investasi di perkebunan sawit dan perikanan laut.

Selain itu, Bupati juga dijadwalkan pada 7 Juni 2011 menerima kunjungan pengusaha dari China yang ingin mengetahui peluang-peluang investasi di Natuna.

“Kami akan mengarahkan investor China membuka pabrik pengolah ikan,” katanya.

Bila ada pabrik pengolahan ikan yang didirikan dan dikelola swasta dari dalam atau luar negeri, pemasaran hasil nelayan Natuna akan lebih terjamin, katanya.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *