My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

BMKG: Nelayan Lebak Harap Waspadai Gelombang Tinggi

07 Januari
04:57 2011

BMKG

Lebak – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan nelayan dan pengunjung pantai pesisir selatan Kabupaten Lebak agar mewaspadai gelombang tinggi hingga tiga meter dalam tiga hari mendatang.

“Waspadai gelombang berpotensi empat sampai tiga meter di pesisir selatan Lebak dan membahayakan bagi nelayan,” ujar Wawan, analis cuaca (BMKG) Serang, Kamis (6/1).

Wawan mengatakan, prakiraan beberapa hari ke depan cuaca buruk melanda pesisir pantai selatan Kabupaten Lebak akibat adanya tekanan rendah di Selatan Pulau Jawa.

Selama terjadi tekanan rendah, kata dia, hal itu akan menimbulkan gelombang tinggi disertai tiupan angin kencang.

Kecepatan tiupan angin berkisar 5 knot sampai 10 knot atau 20 kilometer per jam. Cuaca berawan dan berpeluang hujan pada sore hingga malam hari.

Saat ini, tinggi gelombang Banten bagian selatan berkisar dua sampai tiga meter dengan jarak pandang empat sampai enam kilometer. Gelombang bergerak dari arah barat dengan kecepatan angin berkisar 0,5 – 10 knot.

Kondisi demikian, nelayan nelayan diminta tidak melakukan aktivitas melaut karena sangat membahayakan.

Selain itu juga warga pengunjung wisata pantai pesisir Kabupaten Lebak, seperti Pantai Binuangeun, Bagedur, Panggarangan, Sukahujan, Bayah dan Sawarna sebaiknya tidak boleh berenang karena tiupan angin cukup kencang.

“Kami memperingatkan nelayan dan warga tidak turun ke laut karena sangat membahayakan keselamatan jiwa mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Lebak Ade Supriyadi mengaku pihaknya sudah menerima laporan cuaca dari BMKG Serang karena beberapa hari ke depan cuaca buruk melanda pesisir pantai Lebak.

“Saya minta nelayan mengindahkan imbauan yang disampaikan BMKG untuk mencegah kecelakaan laut,” katanya.(Ant)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS