My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

BMKG Imbau Masyarakat Bengkulu Waspadai Gelombang dan Angin Kencang

10 Januari
07:52 2011

BMKG

Bengkulu – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memperingatkan kepada masyarakat Bengkulu agar waspadai gelombang tinggi dan angin kencang 12 jam ke depan.

Gelombang tinggi dan angin kencang itu cukup potensi melanda Provinsi Bengkulu, terutama wilayah Kota Bengkulu hingga kabupaten Bengkulu Selatan, kata analisis BMKG pada stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu Harist Syahid Hakim, Senin (10/1).

Ia menjelaskan, berdasarkan pantauan satelit terlihat adanya konvergensi angin yang memanjang dari Mentawai, Bengkulu, Lampung, Jawa hingga Nusa Tenggara.

Kondisi tersebut memperngaruhi peningkatan aktifitas pertumbuhan awan dan hujan juga tinggi gelombang serta angin di wilayah tersebut, ujarnya.
Angin di wilayah Bengkulu pada umumnya bertiup darj arah Barat hingga Timur laut dengan kecepatan antara 05-25 knot atau rata-rata 45 kilometer per jam.

Prakiraan cuaca di Bengkulu, katanya, banyak berawan hingga hujan pada sore dan malam hari, dengan suhu udaranya antara 23-31 derajat celcius dan kelembabannya antara 65-97 persen.

Ia juga memperkirakan angi di perairan Bengkulu cendrung bertiup dari arah Barat hingga Timur laut dengan kecepatan antara 05-25 knot dan tinggi gelombangnya antara satu sampai empat meter.

Seperti yang diberitakan AntaraNews, Tinggi gelombang di Samudra Hindia Barat Bengkulu berkisar antara dua hingga empat meter, sehingga membahayakan seluruh jenis perahu dan kapal nelayan.

Angin di wilayah itu diperkirakan bertiup dari arah Barat hingga Utara dengan kecepatan antara 10-25 knot atau rata-rata berkecepatan 45 kilomter per jam, ujarnya.

Seorang pengusaha kapal ikan di kawasan pelabuhan Pulau Baai Effendi mengatakan, akan menunda para nelayan awak kapal untuk meluat karena peringatan dari BMKG tinggi gelombang masih membahayakan, ujarnya.(Ant)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS