My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

BKSDA: Perburuan Penyu Masih Tinggi di Pulau Enggano

04 Maret
20:51 2011

Penyu Hijau

Enggano – Ketua Tim Patroli Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu Resor Pulau Enggano, Rendra Regen Rais, mengatakan perburuan penyu secara liar masih tinggi di Pulau Enggano.

“Masyarakat adat yang mendiami Pulau Enggano sudah lama menggunakan daging penyu sebagai menu khas dalam setiap upacara adat, termasuk upacara pernikahan sehingga perburuan terhadap penyu tetap ada,” kata Regen Rais di Enggano, Jumat (4/3).

Tetapi yang jauh lebih mengkhawatirkan terhadap populasi satwa tersebut adalah eksploitasi besar-besaran penyu untuk obyek perdagangan yang disebutnya sebagai penyebab utama menurun drastisnya populasi penyu.

“Kalau hanya untuk kepentingan adat dan pesta itu sudah dilakukan sejak dulu, tapi eksploitasi besar-besaran untuk diperdagangkan dengan cara diselundupkan menjadi ancaman terbesar terhadap eksistensi penyu yang ada di perairan Enggano,” papar Regen Rais.

Regen Rais mengatakan, dari hasil patroli BKSDA Bengkulu Resor Enggano ditemukan adanya pembunuhan penyu untuk diperdagangkan dengan barang bukti kepala dan kerapas satwa penyu yang biasanya ditinggalkan pemburu di pinggir pantai.

“Beberapa hari lalu, kami juga menemukan bagian satwa itu di pinggir pantai dan dagingnya sudah diambil,” tambahnya.

Menurut Regen Rais, ancaman terhadap keberadaan penyu, semakin tinggi sebab di pesisir pantai Pulau Enggano merupakan habitat bertelur beberapa jenis penyu.

Faktor lain menurunnya populasi penyu adalah babi hutan dan biawak yang sering memakan telur penyu.

Berdasarkan catatan BKSDA Bengkulu terdapat lima jenis penyu yang dilindungi di perairan Bengkulu, yaitu penyu lekang, penyu sisik, penyu hijau, penyu belimbing dan penyu tempayan.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS