My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Bermitra Dengan Perindo, Nelayan Cantrang Siap Mengganti Alat Tangkap

 Breaking News
25 Mei
19:20 2017
Bermitra Dengan Perindo, Nelayan Cantrang Siap Mengganti Alat Tangkap

Jakarta – Bermitra dengan Perum Perikanan Indonesia (Perindo) nelayan catrang di sejumlah daerah di Indonesia siap beralih menggunakan alat tangkap lain, yakni jaring insang atau gill net.

Dalam siaran persnya Perindo menyebutkan bahwa nelayan cantrang di Indramayu, Jawa Barat, bersedia beralih menggunakan jaring insang, demikian pula nelayan cantrang di Pekalongan yang menyatakan siap menangkap ikan hingga Laut Arafura menggunakan alat tangkap baru dengan syarat hasil tangkapan mereka dibeli Perindo.

“Kami menjamin akan membeli ikan hasil tangkapan para nelayan eks cantrang asal Indramayu tersebut,” kata General Manager Perum Perindo Cabang Pekalongan Abdul Ngasis, Rabu (27/5) seperti yang dilansir laman Bisnis.com.

Kapal nelayan yang berangkat ke Laut Arafura awal Mei, antara lain  KM A. Nur Hidayah berukuran 54 gros ton, KM Senar Jaya 2 berukuran 74 GT, dan KM Setia Kawan. Selanjutnya pada pertengahan Mei, Perindo membeli hasil tangkapan para nelayan eks cantrang itu yang dibongkar di Pelabuhan Paomako, Timika, Papua.

“Kami siap bekerja sama lebih banyak lagi dengan nelayan eks cantrang Pantura yang mau mengganti alat tangkapnya,” kata Ngasis.

Menyusul nelayan Indramayu dan Pekalongan, Perindo segera memfasilitasi penggantian alat tangkap untuk nelayan cantrang di Rembang dan Pati, Jawa Tengah.

Menurut Ngasis, sudah ada komitmen dengan bank BUMN untuk membiayai penggantian cantrang.

Perindo ditugaskan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk bermitra dengan nelayan eks cantrang dalam kerja sama operasi (KSO). Perindo akan membiayai penggantian alat tangkap baru, sedangkan Perindo akan membeli hasil tangkapan nelayan dan menerapkan sistem bagi hasil.

Data Ditjen Perikanan Tangkap KKP menyebutkan terdapat dua prioritas kapal eks cantrang yang akan dilibatkan dalam pola kerja sama itu.

Pertama, tujuh kapal berukuran lebih dari 30 GT di Juana dan Rembang, Jawa Tengah, dengan rencana total pembiayaan Rp18,6 miliar untuk mengganti cantrang dengan gill net, penambahan ruang pendingin, penambahan atau penggantian generator, docking, net hauler dan kelengkapan, perizinan, dan mobilisasi ke wilayah penangkapan baru.

Kedua, empat kapal ukuran hingga 30 GT di Juana dan Rembang dengan rencana total pembiayaan Rp.8,6 miliar untuk mengganti cantrang dengan gill net, penambahan ruang pendingin, penambahan atau penggantian generator, docking, net hauler dan kelengkapan, perizinan, dan mobilisasi.(Bisnis.com)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS