My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Bensin di Karimun Langka Akibat Keterlambatan Kapal Pengangkut

18 April
20:05 2011
Bensin di Karimun Langka Akibat Keterlambatan Kapal Pengangkut

Bensin Langka

Karimun – Anak perusahaan Perusahaan Daerah (Perusda) Karimun, PT Ology Karimun Bumi Sukses menyatakan, persediaan bensin di SPBU Jalan Poros Tanjung Balai Karimun sering terputus karena keterlambatan kedatangan kapal pengangkut.

Sering putusnya persediaan bensin selama ini hanya karena dua hal, pertama kapal terlambat datang, kedua terlambat bongkar di pelabuhan Tanjungsebatak, Kecamatan Tebing,” kata manajer operasional PT Ology Karimun Bumi Sukses (OKBS), Yuswar Yahya Nati, di Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Senin (18/4).

Menurut Yuswar, kapal pengangkut sering terlambat karena terjebak antrian di depo Pertamina Tanjunguban, Bintan.

“Jika di depo antre dua hingga tiga kapal BBM, maka proses pemuatan bisa terlambat beberapa jam bahkan satu hari. Untuk memuat bensin ke kapal kami saja membutuhkan waktu empat jam, apalagi jika terdapat kapal lain yang kapasitasnya lebih besar,” katanya.

Mengenai terputusnya pasokan bensin mulai Minggu hingga Senin pagi, dia mengatakan, penyebabnya karena kapal tidak bisa merapat ke dermaga akibat air laut surut.

“Seharusnya pagi ini bensin tidak putus jika kapal bisa sandar pada Minggu (17/4) sore. Namun karena air laut surut, kapal terpaksa merapat pada malam hari atau menunggu air laut pasang,” ucapnya.

Dia menjelaskan, untuk memasok bensin di SPBU satu-satunya di Tanjung Balai Karimun itu, pihaknya menggunakan satu kapal tongkang dengan kapasitas 230 ton, sama dengan kebutuhan bensin selama sepekan dengan perkiraan 25 – 30 ton per hari.

“Kalau kapal terlambat bongkar, maka akan terlambat pula berangkat ke Tanjunguban. Dampaknya, persediaan bensin akan terputus pada pekan berikutnya,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakannya, sering putusnya persediaan bensin juga akibat faktor cuaca.

“Waktu tempuh akan bertambah lama jika ombak besar, apalagi melawan arus jarak tempuh menjadi lebih lama,” ucapnya.

Yuswar mengatakan, pihaknya sedang mengupayakan mencari solusi guna mengatasi masalah tersebut. Salah satunya kemungkinan untuk menambah kapal pengangkut.

“Kami akan bahas dulu kemungkinan menambah, selain harus dibicarakan dengan perusahaan pemilik kapal. Kami juga harus mempertimbangkan biaya yang ditimbulkan,” ucapnya.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS