My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Belasan Tukik Dilepas di Jogjakarta

29 September
14:54 2010
Belasan Tukik Dilepas di Jogjakarta

Tukik

Jogjakarta – Sebanyak 19 tukik atau anak penyu, Rabu (29/9) dilepas di pantai Gua Cemara, Desa Gadingsari, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Adapun pelepasan ini bertujuan untuk melestarikan spesies yang diambang punah ini.

“Keberadaan spesies ini hampir punah, sehingga dalam kesempatan ini tukik atau anak penyu sengaja dilepas dipantai agar terus berkembang biak,” kata Mujana, Pembina nelayan Gua Cemara, usai melepas tukik di Bantul, Rabu.

Menurut dia pelepasan tukik atau anak penyu tersebut merupakan kegiatan yang pertama kali pada tahun ini, dan sengaja melibatkan anak kecil dari taman kanak-kanak (TK) Patria, Patehan Sanden Bantul.

“Hal ini sengaja untuk mengenalkan penyu kepada masyarakat sejak dini, sehingga diharapkan ke depan semakin dikenal dan keberadaan jenis ini dapat dilestarikan,” kata Mujana

Mujana mengatakan, spesies jenis ini dilindungi pemerintah sehingga tidak diperkenankan untuk dijual bebas apalagi dimiliki seseorang tanpa izin, oleh sebab itu kelestariannya perlu dijaga agar tidak terancam punah.

“Tukik tersebut berasal dari telur yang nelayan temukan disekitar pantai, karena daripada diambil orang yang tidak bertanggungjawab, maka oleh nelayan sekitar dirawat hingga menetas dan menghasilkan tukik,” katanya.

Lebih lanjut, kata dia telur penyu hingga menetas berusia selama 49 hari setelah melalui proses diantaranya harus memerlukan suhu yang hangat seperti dikubur dalam pasir sementara penyu mempunyai kesempatan hidup lebih besar di perairan pantai.

“Setidaknya penyu membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dapat bertelur, meski demikian tidak menutup kemungkinan selama dilaut dimangsa predator lain,” katanya.

Mujana mengatakan, guna mendorong kelestarian agar telur penyu tidak dijarah orang yang tidak bertanggung jawab, maka setiap nelayan yang dapat menemukan telur penyu dan merawatnya mendapat imbalan dari pemerintah setempat dengan Rp1.000 per telur.

“Dengan demikian keberadaan penyu selain dapat semakin berkembang biak, juga para nelayan yang ikut membantu kelestarian penyu mendapatkan kesejahteraan serta menambah ekonomi,” katanya.(Ant)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS