My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Beberapa Spesies Hiu Punah

03 Maret
11:13 2013

Oslo– Sepertiga dari sekian banyak spesies hiu di berbagai perairan dunia telah punah. Berbagai upaya perlindungan telah gagal menghentikan penangkapan 100 juta lebih hiu pertahun yang berujung pada kepunahan itu.

Kebanyakan hiu itu ditangkap cuma untuk diambil siripnya, yang kemudian diolah sebagai sup sirip hiu, jenis makanan yang digemari di Asia. Hiu-hiu yang ditangkap dan dipotong siripnya itu masih dalam keadaan hidup saat dilempar kembali ke laut.Bagian-bagian lain hiu yang dipotong siripnya itu tidak dimanfaatkan. Dalam keadaan hidup dengan sirip dipotong, hiu menghadapi kematiannya pelan-pelan karena dia tidak akan mampu bertahan lama di dalam air. Dia mati sia-sia atau dimangsa predator lain.

Perlindungan hiu di habitat alaminya diakui gagal. Citra hiu sebagai ikan pemangsa kejam dan mengerikan mendorong manusia menjauhi hiu dari daftar hewan yang layak dikonservasikan. 

Di seluruh dunia diperkirakan terdapat sekitar 500 spesies hiu dengan variasi dari yang kerdil sekuran telapak tangan hingga hiu macan yang dapat tumbuh menjadi ikan terbesar di samudra yang bisa mencapai 12 meter, sepanjang badan bus.

Diperkirakan 97 juta hiu –keseluruhannya berbobot 1,41 juta ton– telah ditangkap pada 2010, jumlah ini turun dibandingkan 100 juta ekor hiu yang ditangkap sepanjang 2000, demikian hasil penelitian jurnal Marine Policy, suatu perkiraan pertama mengenai jumlah hiu yang dibunuh.

“Kita sekarang menjadi predator. Peringkat manusia sebagai pemangsa hiu naik tak terbendung,” kata Elizabeth Wilson, manager perlindungan hiu global di The Pew Charitable Trust.

Pertemuan 170 negara di Bangkok pada 3-14 Maret ini akan mempertimbangkan pembatasan perdagangan hiu martil, hiu ujung putih, hiu probeagle karena jenis tersebut sudah terlalu banyak diburu. Sementara itu hiu putih, hiu macan dan hiu baskin sudah lama dilindungi.

“Masih banyak yang harus dilakukan. Sejumlah jenis hiu benar-benar sudah terancam,” ujar Boris Worm, ahli biologi laut dari universitas Dalhousie, Kanada, yang mengepalai tim penulis beranggotakan para ahli dari Kanada dan Amerika Serikat.

Permintaan sirip hiu untuk sup di Asia menjadi pemicu utama perburuan hiu, termasuk juga untuk permintaan daging, minyak hati dan tulangrawannya.

Hiu telah membunuh tujuh manusia di seluruh dunia dalam serangan tercatat sepanjang 2012, jumlah itu menurun dibanding 13 korban terkaman hiu sepanjang 2011, meskipun jumlah itu di atas rata-rata 4,4 korban antara 2001-2010, menurut data serangan hiu secara internasional yang dikumpulkan oleh Universitas Florida.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *