My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

BBM Naik Anak Pesisir Putus Sekolah

21 Maret
12:24 2012

Batam – Anak-anak pulau pesisir Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau terancam putus sekolah akibat kenaikan harga bahan bakar minyak.

“Bagaimana anak mau terus sekolah kalau harga minyak naik, biaya makin tinggi,” kata warga Pulau Peicung, Sania, Rabu (21/3).

Menurut Sania sekolah memang gratis, namun biaya transportasi laut yang tinggi membuat orang tua siswa kesulitan.

Di Pulau Peicung tidak ada SMP dan SMA, begitu pula pulau-pulau lain di Kecamatan Belakang Padang. Anak-anak pesisir harus bersekolah di Pulau Belakang Padang yang berjarak sekitar satu jam dari Pulau Peicung mengunakan transportasi kapal pancung. Sania mengatakan transportasi dari Pulau Peicung ke Pulau Belakang Padang Rp40.000 pulang pergi.

“Biaya transpor yang tinggi,” kata Sania.

Padahal, penghasilan nelayan sedikit. Kalau sedang bagus, nelayan bisa membawa pulang Rp100.000 ke rumah, dipotong biaya bensin Rp60.000, sisa Rp40.000 untuk biaya rumah tangga.

Sania juga menambahkan bahwa pemerintah provinsi menyiapkan asrama untuk anak-anak pesisir menginap di sekitar sekolah. “Tapi khusus anak lelaki, anak perempuan tidak,” kata dia.

Pulau Kasu lainnya, Rita, mengatakan harapan agar pemerintah membantu transportasi warga pulau pesisir.

“Kami di sini susah, ke mana-mana tergantung boat pancung, kalau BBM naik, macam mana pulak,” kata dia.

Harga bensin di pesisir relatif lebih mahal ketimbang di kota. Rita mengatakan untuk lima liter bensin, warga harus mengeluarkan uang Rp32.000. Sedangkan di pulau utama harga bensin Rp4.500 per liter atau Rp22.500 per liter.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Soerya Respationo mengatakan harapan agar kenaikan tarif transportasi tidak memberatkan masyarakat pesisir terutama nelayan.

“Meski BBM bersubsidi naik, namun jangan memberatkan masyarakat terutama nelayan,” kata Soeryo.

Dia mengatakan harus ada kebijakan tersendiri untuk nelayan yang menggantungkan hidup di laut dengan kapal.

“Jangan sampai gara-gara kenaikan BBM nelayan tidak melaut,” kata dia.

Pemerintah provinsi, kata dia, akan merumuskan kebijakan yang melindungi nelayan agar terus mencari ikan di laut dengan harga bahan bakar yang terjangkau.

“Nelayan harus melaut, kalau sampai tidak, maka akan terjadi pemiskinan besar-besaran khususnya bagi para keluarga nelayan yang ada di Kepri,” kata Wakil Gubernur.(Ant)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS