My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Bakorkamla Amankan Kapal Pencuri Ikan Laut Natuna

 Breaking News
03 November
09:40 2014
Bakorkamla Amankan Kapal Pencuri Ikan Laut Natuna

Batam – Satuan Tugas I Tim Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) RI mengamankan sebuah kapal nelayan asing berbendera Indonesia di Wilayah Tambelan perairan Laut Natuna, serta mengamankan 12 anak buah kapal berkewarganegaraan Thailand.

“Kapal Motor Laut Natuna 28 tersebut ditangkap oleh Kapal Patroli (KP) Hiu 009 saat beroperasi di perairan Tambelan. Kapal itu melakukan kegiatan penangkapan ikan secara ilegal,” kata Wakil Komandan Satuan Tugas (Satgas) I Tim Bakorkamla Batam, Kolonel Maritim UK Agung di Batam, Senin.

Kapal berwarna biru berukuran besar tersebut diamankan pada posisi 01 65.000 LU – 106 derajat 49.000 BT pada Kamis 30 Oktober 2O14, sekitar pukul 16.00 WIB.

“Nelayan warga asing tersebut sengaja memasang bendera Indonesia untuk mengelabuhi petugas patroli. Meski demikian, petugas tidak mudah dikelabuhi. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata kapal tersebut tidak dilengkapi dokumen sah,” kata dia.

Saat ditangkap, kata Agung, juga diamankan 100 kilogram ikan dari kegiatan penangkapan ilegal bersama alat tangkap pukat harimau. Petugas juga mengamankan alat navigasi.

“Kami juga amankan tiga unit radio merek Superstar 2400, merek super star MK-II dan SSB merek Kenwood TKM-7O7 beserta satu unit telepon satelit merek Aces. Alat-alat tersebut yang digunakan untuk berkomunikasi dengan sesama mereka,” kata Agung.

Agung mengatakan, pelaku akan diserahkan kepada Kepala Satuan Kerja PSDKP Batam untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut atas dugaan pelanggaran pasal 5 ayat 1 huruf “a”, pasal 29 jo pasal 26 ayat (1), pasal 29 ayat (2) jo pasal 27 ayat (2), pasal 28 jo pasal 9 ayat (1) UU Nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

“Atas pelanggaran dan barang bukti yang diamankan, ke-12 pelaku diancam hukuman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp2 miliar,” kata Agung.

Wilayah Laut Natuna, merupakan salah satu titik yang sering terjadi pencurian ikan secara ilegal oleh nelayan asing terutama asal Thailand, Vietnam dan Malaysia.

Sebelumnya, sejumlah kapal asing juga sudah diamankan oleh TNI AL, Polair, PSDKP dan instransi lain yang bertugas di perairan. (Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *