My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Awak Kapal Ikan Taiwan Berhasil Menghajar Perompak Somalia

07 November
03:57 2011

Kapal ikan (ilustrasi)

Taipeh – Pihak berwenang Taiwan, Minggu (6/11) mengumumkan awak sebuah kapal nelayan Taiwan berhasil melawan perompak bersenjata Somalia untuk merebut kembali kapal mereka yang dibajak di lepas pantai Afrika Timur.

Kapal Chin Yi Wen berbobot 290 ton dengan awak 28 orang yang mencakup sembilan warga China, delapan Filipina, enam Indonesia dan lima Vietnam kehilangan kontak sejak Jumat, kata kementerian luar negeri.

Namun, awak berhasil mengatasi enam perompak bersenjata dan menguasai lagi kapal mereka.

“Seingat saya, baru kali ini para pelaut dari sebuah kapal nelayan yang dibajak perompak Somalia berhasil membebaskan diri mereka sendiri,” kata Tsay Tzu-yaw, juru bicara Badan Perikanan Taiwan, kepada AFP.

Perompak-perompak Somalia itu jatuh ke laut, kata Tsay, mengutip perusahaan pemilik kapal nelayan itu, dan rincian mengenai perlawanan awak dan nasib keenam perompak masih belum jelas.

Tsay menambahkan, tiga pelaut mengalami luka-luka ringan dan kapal itu kini menuju perairan Seychelles.

Perompak yang beroperasi di lepas pantai Somalia meningkatkan serangan pembajakan terhadap kapal-kapal di Lautan India dan Teluk Aden meski angkatan laut asing digelar di lepas pantai negara Tanduk Afrika itu sejak 2008.

Menurut Ecoterra International, organisasi yang mengawasi kegiatan maritim di kawasan itu, sedikitnya 47 kapal asing dan lebih dari 500 pelaut hingga kini masih ditahan oleh perompak.

Kapal-kapal perang asing berhasil menggagalkan sejumlah pembajakan dan menangkap puluhan perompak, namun serangan masih terus berlangsung.

Perairan di lepas pantai Somalia merupakan tempat paling rawan pembajakan di dunia, dan Biro Maritim Internasional melaporkan 24 serangan di kawasan itu antara April dan Juni tahun 2008 saja.

Angka tidak resmi menunjukkan 2009 sebagai tahun paling banyak perompakan di Somalia, dengan lebih dari 200 serangan — termasuk 68 pembajakan yang berhasil — dan uang tebusan diyakini melampaui 50 juta dolar.

Kelompok-kelompok bajak laut Somalia, yang beroperasi di jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Asia dan Eropa, memperoleh uang tebusan jutaan dolar dari pembajakan kapal-kapal di Lautan India dan Teluk Aden.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS