My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Australia Sampaikan Kekecewaan Terkait Perburuan Paus oleh Jepang

 Breaking News
16 Januari
14:44 2017
Australia Sampaikan Kekecewaan Terkait Perburuan Paus oleh Jepang

Sydney – Australia mengatakan kekecewaannya kepada Jepang yang terus melakukan perburuan paus di samudera selatan. Australia sejak lama menentang perburuan paus yang dilakukan Jepang. Masalah tersebut dibahas Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Sydney, Sabtu (14/1).

“Pemerintah Australia kecewa atas sikap Jepang, yang memutuskan kembali ke Samudera Selatan pada musim panas ini untuk berburu paus demi kepentingan ilmiah,” kata Menteri Lingkungan Australia Josh Frydenberg pada Senin, seperti dilansir Reuters.

“Peneliti tidak perlu membunuh paus hanya untuk mempelajari hewan tersebut,” tambahnya tanpa memastikan tempat perburuan itu.

Keputusan Pengadilan Internasional (ICJ) pada 2014 memerintahkan perburuan paus di Samudera Selatan dihentikan. Gugatan yang diusung Australia itu berhasil memaksa Jepang berhenti berburu paus selama satu musim. Walau akhirnya, Jepang melanjutkan perburuan paus pada 2015.

Jepang berdalih, sebagian besar spesies paus tidak terancam punah. Salah satu tradisi yang masih dilakukan sebagian besar rakyat Jepang adalah memakan paus.

Negara itu mulai mengedepankan alasan “ilmiah” untuk berburu pada 1987, setahun setelah moratorium penangkapan paus diberlakukan.

Sementara, kelompok anti-perburuan paus, Sea Shepherd pada Minggu (15/1) menyiarkan sebuah foto seekor paus yang telah mati setelah tertusuk tombak dari samping kapal Jepang, Nisshin Maru. Menurut Sea Shepherd kapal itu telah berburu paus di wilayah cagar alam lepas pantai Antartika, Australia. Foto ini membuktikan Jepang masih berburu paus di Samudera Selatan walau pengadilan telah melarangnya 2014 lalu. (ANTARA)
 

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS