My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Asap Gunung Anak Krakatau Mencapai Ketinggian 600 Meter

06 Desember
18:47 2010
Asap Gunung Anak Krakatau Mencapai Ketinggian 600 Meter

Gunung Anak Krakatau

Cinangka – Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih menyemburkan asap dengan ketinggian mencapai 600 meter dan mengarah ke utara atau Lampung.

“Walaupun ketinggiannya tidak lebih dari 700 hanya 600 meter, namun asap itu juga mengeluarkan material yang suhunya diatas 600 derajat celsius, jadi kalau didekati berbahaya,” kata Kepala Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Anton S Pambudi, Senin (6/12).

Anton S. Pambudi menjelaskan, asap Gunung Anak Krakatau yang sekarang berwarna kelabu dan hitam, masih membawa sejumlah material, seperti debu.

“Kami masih menetapkan status Gunung Anak Krakatau `waspada` atau level II,” ujarnya.

Pusat Vulkanalogi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kata Anton, masih melarang masyarakat atau turis mendekat pada radius dua kilometer.

“Kami masih melarang siapapaun untuk mendekat pada radius dua kilometer karena jika masuk di wilayah itu maka keselamatannya tidak terjamin, akibat terkena semburan material yang keluar dari perut Gunung Anak Krakatau,” katanya menambahkan.

Selain debu yang bersuhu diatas 600 derajat celsius, juga batu serta kerikil bersuhu mencapai 1.000 derajat celsius.

“Kalau untuk ukuran batu yang keluar dari perut Gunung Anak Krakatau bisa sebesar bola kaki, sementara itu untuk kerikil seperti kacang, dan jika terkena tubuh maka tubuh akan tembus dan bolong,” katanya menjelaskan.

Sejak tanggal 28 Oktober 2010, status Gunung Anak Krakatau naik dari aktif normal atau level I menjadi waspada. Kegempaan yang terjadi masih fluktuatif, dan jika dirata-ratakan jumlahnya 600 sampai 700 kali.

Selama Gunung Anak Krakatau berstatus “waspada”, warga sekitar menjadi panik, bahkan tak sedikit warga yang pergi dan menetap untuk sementara di kediaman kerabat dan sanak familinya seperti di Kabupaten Lebak dan Jakarta.

Bahkan, beberapa waktu lalu ada seorang ibu, warga Pasauran mendatangi pos pemantau dan menanyakan kondisi Gunung Anak Krakatau.

Berbeda dengan masyarakat lokal yang mengkhawatirkan kondisi Gunung Anak Krakatau, pertengahan Bulan Oktober 2010, sebanyak 200 turis asal Eropa beramai-ramai melihat dari dekat aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau.(Ant)

1 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS