My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Asap Anak Krakatau Mengarah ke Lampung

05 Desember
18:35 2010
Asap Anak Krakatau Mengarah ke Lampung

Gunung Anak Krakatau

Serang – Asap Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengarah ke utara atau Lampung, dengan ketinggian mencapai 300 meter.

“Warnanya kelabu, setelah sehari sebelumnya berwarna hitam, putih, dan asapnya mengarah ke Lampung,” papar Kepala Pos Pemantau GAK di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Anton S Pambudi, Minggu (5/12).

Anton S. Pambudi menjelaskan, warna kelabu yang terjadi terhadap Gunung Anak Krakatau merupakan fenomena biasa.

“Kami masih menetapkan status Gunung Anak Krakatau dalam status `waspada` atau level II,” ujar Anton S. Pambudi.

Pada status itu Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih melarang masyarakat atau turis untuk mendekat pada radius dua kilometer.

“Kami melarang siapapun untuk mendekat pada radius dua kilometer, karena jika masuk diwilayah itu maka keselamatannya tidak terjamin, akibat terkena semburan material yang keluar dari perut GAK,” katanya menambahkan.

Selain debu yang bersuhu diatas 600 derajat celsius, juga batu serta kerikil bersuhu mencapai 1.000 derajat celsius.

“Ukuran batu yang keluar dari perut GAK bisa sebesar sepak bola, sementara itu untuk kerikil seperti kacang, dan jika terkena tubuh maka akan tembus dan bolong,” katanya menjelaskan.

Diketahui, sejak 28 Oktober 2010, status GAK naik dari `aktif normal` atau level I menjadi `waspada`. Kegempaan yang terjadi masih fluktuatif, dan jika dirata-ratakan jumlahnya 600 sampai 700 kali.

“Kalau sekarang kegempaannya tidak terekam selama 24 jam, data yang terpantau sepanjang Sabtu tanggal 4 Desember 2010 sejak pukul pukul 09:57 – 15:46 WIB sebanyak 123 kali. Hal ini disebabkan, Solar Panel pada Sismometer tertutup oleh debu tebal dari gunung tersebut,” kata Anton.

Secara rinci, jumlah kegempaan di GAK itu terjadi vulkanik dalam (VA) satu kali, vulkanik dangkal (VB) 60, letusan 24 kali, tremor letusan 16 kali, tremor harmonik satu kali, dan hembusan 21 kali.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS