My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Asal Mula Nama Papua

08 September
00:00 2008
Asal Mula Nama Papua

Raja Ampat Papua

Hari Suroto – indosmarin.com

Jayapura – Istilah “Papua” berasal dari bahasa Onin, Pakpuak yang berarti gunung. Para pedagang Maluku yang datang dari Semenanjung Onin bila ditanya dari mana mereka, akan dijawab; “Pakpuak mente”, artinya, ”kami (turun) dari gunung-gunung itu”. Karena pelafalan yang sulit diucapkan maka kata “Pakpuak” tersebut berubah ucapannya menjadi Papua.

Terus populernya istilah Papua tersebut hingga sekarang terutama diperoleh laporan dari pelaut Spanyol, Antonio d’Abreau dan Francesco Serreno yang berlayar dari Selat Malaka pada 1511.

Ada pula laporan Gubernur Portugis di Ternate, Don George de Menezes yang mengunjungi Pulau Waigeo pada 1526-1527. Waigeo waktu itu diperintah oleh Raja Papua. Menezes menamai daerah ini dengan nama Ilhas dos Papuas.

”Papua” mula-mula dipakai pelaut Portugis Antonio d’Abreau yang mengunjungi Pantai Irian dalam 1511 dan ia kemudian memberi nama Ilha de Papoia.

Nama Papua juga terdapat dalam tulisan Antonio Pigafetta yang turut bertualang dengan Magelhaens. Pigafetta berada di Laut Maluku sekitar 1521. Kata ”Papua” agaknya berasal dari kata Melayu pua-pua, yang berarti keriting.

Pada 1453 orang Tidore mengadakan kontak intensif dengan orang-orang Papua yang waktu itu disebut Papua Besar.

Dalam buku Museum Memoriam Kesultanan Todore Sinyine Malige tertulis bahwa pada tahun itu Sultan Tidore ke- X yang bernama Ibnu Mansur  bersama Sangaji Patani Sahmardan serta Kapitan Waigeo bernama Kurabesi memimpin ekspedisi ke dataran Tanah Besar.

Ekspedisi yang terdiri dari satu armada kora-kora ini berhasil menaklukkan beberapa wilayah di Tanah Besar dan pulau-pulau di sekitarnya yang kemudian dinyatakan sebagai wilayah Tanah Tidore.

Kemudian Kesultanan Tidore membagi wilayah Tanah Besar menjadi dua wilayah wilayah, yakni Kolano Ngaruha (Papo Ua Sembilan Negeri), dan Mafor Soa Raha (Mafor Empat Soa) Wilayah-wilayah di Tanah Besar itu kemudian disebut dengan Papoua yang berarti tidak tergabung atau tidak bersatu atau tidak bergandengan.(Hrs)


Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS