My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Antisipasi Pencurian Ikan, Pemprov Sulbar Bangun Pabrik Pengolahan Ikan

07 November
06:07 2011

Pemprov Sulbar

Mamuju – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat berencana akan membangun pabrik pengolahan ikan. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi pencurian ikan di wilayah perairan tersebut.

Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Senin (7/11), mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat akan membangun pabrik pengolahan ikan di Kabupaten Majene pada tahun 2012.

Adnan Saleh mengatakan, pembangunan pabrik pengolahan ikan Sulbar di Kabupaten Majene itu akan dilakukan atas kerja sama dengan salah satu investor dari Jerman.

Dijelaskannya, pabrik pengolahan ikan di Kabupaten Majene itu, akan dibangun di pelabuhan di Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, sekitar 102 kilometer dari Kota Mamuju dan telah disiapkan lahan untuk pembangunannya sekitar 1.000 hektare.

“Pembangunan pabrik pengolahan ikan di Majene akan dibangun berdekatan dengan pelabuhan perikanan nusantara (PPN), yang juga akan dibangun di Palippis Kecamatan Sendana Kabupaten Majene,”katanya.

Menurut Adnan Saleh, nantinya ikan yang dipasok ke PPN Majene akan dapat langsung diolah di pabrik pengolahan ikan Majene agar ketika dipasarkan memiliki nilai ekonomi tinggi untuk menyejahterakan nelayan.

“Dengan dibangunnya pabrik pengolahan ikan berdekatan dengan PPN Majene akan terbangun industri perikanan di Sulbar karena ikan yang dipasok di PPN Majene akan langsung diolah di pabrik pengolahan ikan, dan hasil ikan yang diolah itu akan bernilai ekonomi tinggi dan memacu peningkatan ekonomi daerah,” katanya.

Menurut dia, dengan dibangunnya pabrik pengolahan ikan di perairan Sulbar itu maka akan dapat meminimalisir pencurian ikan diperairan sulbar oleh nelayan dari daerah lain seperti Kalimantan karena ikan diperairan Sulbar akan maksimal ditangkap nelayan untuk dibawah ke pabrik pengolahan ikan.

“Ikan akan maksimal ditangkap para nelayan untuk dibawa ke pabrik pengolahan ikan, karena memiliki nilai jual tinggi, dan nelayan akan giat bekerja menangkap ikan untuk kesejahteraanya,” katanya.

Di samping itu, kata dia, juga akan, pemerintah di Sulbar akan memaksimalkan pengawasan perikanan di perairan Sulbar dengan memaksimalkan petugas keamanan agar dapat mengawasi praktek illegal fishing apabila pabrik pengolahan ikan itu segera dioperasikan. (Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS