My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Angin dan Gelombang Besar Bahayakan Paus dan Ikan Besar

01 Februari
09:09 2009
Angin dan Gelombang Besar Bahayakan Paus dan Ikan Besar

Denpasar – Angin besar dan gelombang tinggi di perairan Indonesia sebulan terakhir ternyata tidak hanya berbahaya bagi manusia, tetapi juga bagi mamalia laut seperti paus dan juga ikan besar. Selama sebulan ini tercatat sedikitnya tiga ekor paus dari berbagai jenis, terdampar di Bali.

Di awal Januari kemarin, tercatat sedikitnya tiga ekor paus dari berbagai jenis yang terdampar di Bali.  Ketiga paus ini terdampar di tiga tempat yang berbeda, Pada Jumat (2/1) seekor paus punggung bongkok (Megaptera novaeangliae) dengan panjang mencapai 10 meter terdampar di Pantai Yeh Matan Selemadeg, Tabanan. Dua minggu berselang pada Rabu (14/1) seekor paus sperma (Physeter macrocephalus) dengan panjang 12 meter ditemukan mati terdampar di Pantai Batubelig, Kerobokan, Kabupaten Badung. masih di hari yang sama, seekor paus yang belum teridentifikasi jenisnya juga ditemukan mati terdampar di pantai dekat Pura Ponjok Batu, Tejakula, Buleleng.

Peristiwa terdamparnya mamalia laut dan ikan jenis besar lainnya tidak hanya terjadi di Bali saja. Di Ternate, Provinsi Maluku Utara, Warga Kelurahan Jambula dikejutkan dengan terdamparnya seekor ikan yang menurut mereka berbentuk aneh. Seperti yang diberitakan media lokal jaringan Jawa Pos, ikan aneh yang berukuran sekitar satu setengah meter ini ditemukan nelayan terdampar di Pelabuhan Pertamina, Kota Ternate.

Ikan unik ini ditemukan empat nelayan sekitar pukul 01.00 Kamis (29/1) dini hari, saat keempatnya sedang memancing dekat jembatan. Keempat nelayan menyaksikan ikan ini menepi dan kemudian menggelepar di pantai. Keempat nelayan ini sempat kaget karena melihat bentuk ikan yang aneh. Dari depan sepintas mirip ikan tato yang memiliki mulut kecil khas ikan karang yang biasa hidup di dasar laut. Namun, sirip dan ekor layaknya hiu, yang membuat heran warga, ekor dan sirip yang berada di bagian bawah terapat tanda sambungan hingga tubuh ikan tersebut terlihat seperti sambungan. Kedua siripnya tidak seperti sirip ikan pada biasanya yang keras. Sirip tebal yang dimiliki ikan tersebut terasa lembek seperti daging.

”Tidak pernah seorang pun, walaupun orang tua, di kampung ini yang pernah melihat ikan seperti ini,” jelas Said Tiara, warga setempat.

Dilihat dari bentuk tubuhnya, ikan ini merupakan salah satu dari spesies ikan matahari atau Oceanic sunfish (Mola mola). Ikan matahari yang diterdampar di Ternate ini berasal dari spesies Sharptail sunfish (Masturus lanceolatus), disebut Sharptail sunfish karena ikan matahari jenis ini, clavus atau sambungan sirip antara sirip atas dan bawah berujung runcing.

Bentuk runcing pada clavus ini berbeda dengan jenis Mola lainnya yang cenderung melengkung pipih seperti bulan sabit. Di dunia, spesies ikan jenis ini juga pernah ditemukan pantai Honjo, Akita Prefecture, di barat laut Honsu, Jepang. Selain di Jepang ikan jenis ini juga kerap dijumpai di perairan selatan Australia Selatan dan Australia Barat.(Gen)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS