My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Anggaran Naik, KKP Janji Sejahterakan Nelayan Miskin

 Breaking News
28 September
22:45 2015
Anggaran Naik, KKP Janji Sejahterakan Nelayan Miskin

Bogor – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan akan menerima alokasi anggaran Rp15,8 triliun pada RAPBN 2016 atau naik 50 persen dari anggaran 2015.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Sjarief Widjaja mengatakan anggaran tersebut harus menelurkan program dengan mengacu pada tiga pilar antara lain kedaulatan, keberlanjutan dan kesejahteraan.

“Fokus program dan anggaran 2016 akan banyak dilakukan di daerah. Maka Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan provinsi, kabupaten dan kota harus melaksanakan program dengan sungguh-sungguh,” katanya di Bogor, Senin (28/9).

Dia meminta pemerintah daerah melaksanakan program mulai dari perencanaan hingga outcome untuk memastikan tidak ada program yang mangkrak. Sebagai contoh, dalam pilar kedaulatan misalnya, masyarakat harus sadar diri bahwa potensi perikanan adalah milik Indonesia baik untuk saat ini atau pun generasi mendatang.

Adapun, pada pilar keberlanjutan, pihaknya berharap perikanan dan kelautan mampu dijadikan tempat bergantung bagi kehidupan. Keberlanjutan juga. Kata dia, bisa diartikan sebagai profesi nelayan. Apabila keberadaan nelayan sudah tidak ada maka hal tersebut dinilai sebagai sebuah kegagalan.

“Terakhir adalah pilar kesejahteraan. Ini yang penting harus ditindaklanjuti. Karena ada sekitar 38 persen nelayan hidup di bawah garis kemiskinan,” ujarnya.

Dia melanjutkan pada anggaran Rp15,8 triliun yang dialokasikan pada tahun depan dipastikan akan mengalir ke masyarakat mencapai 67 persen dalam bentuk kapal ikan, logistik, sarana dan prasarana petani garam dan lainnya. Ia pun menambahkan, pada saat pencairan anggaran, pihaknya meminta kriteria penerima bantuan dan lokasi harus terukur.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Perencanaan Kementerian Perikanan dan Kelautan Ishartini mengatakan serapan anggaran Rp15,8 triliun pada 2016 diperkirakan akan dibagikan pada Ditjen Perikanan Tangkap Rp 3 triliun, Ditjen Perikanan Budidaya Rp2 triliun, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Rp 1,9 triliun dan lainnya.

“Nantinya anggaran itu akan digunakan masing-masing ditjen untuk pengadaan kapal, asuransi nelayan, paket budidaya rumput dan lain-lain,” paparnya.

Saat ini serapan anggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2015 sudah mencapai sekitar 37 persen. Namun, lanjutnya secara fisik serapan anggaran sudah meningkat seiring pengadaan melalui e-catalogue baru dibayar setelah proyek selesai.(BeritaSatu.com)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *