My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Amerika dan Uni Eropa Puas Atas Kualitas dan Mutu Perikanan Indonesia

27 Mei
18:10 2008

Nalasrestha – indosmarin.com
Jakarta
– Tim Inspeksi Amerika Serikat dan Uni Eropa menyatakan kepuasannya atas upaya pemerintah dan asosiasi usaha perikanan Indonesia dalam hal perbaikan mutu dan kualitas produk perikanan Indonesia selama dua tahun terakhir. Adapun penilaian ini dititikberatkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) khususnya petugas laboratorium uji mutu perikanan.
Selain itu, penilaian memuaskan juga diberikan atas ketersediaan peralatan laboratorium yang memadai, regulasi dan pedoman pengawasan mutu, serta kelembagaan sistem manajemen mutu, dan menunjuk manajer mutu. Untuk kelembagaan manajemen mutu, ditandai dengan telah dibentuknya otoritas kompeten yakni Ditjen Pengolahan, Pemasaran Hasil Perikanan-DKP.
Berbagai upaya yang telah dilakukan ini menunjukan hasil positif yang ditandai dengan menurunnya jumlah kasus Rapid Alert System for Food and Feed (RASFF) dari 49 kasus pada 2005, berangsur-angsur turun menjadi 34 kasus pada 2006, 17 kasus pada 2007, dan 2 kasus pada periode Januari – Mei 2008.
Selain itu, dalam upaya mengantisipasi meningkatnya biaya produksi usaha akibat kenaikan harga BBM, Ditjen P2HP-DKP akan terus berupaya memfasilitasi para pelaku usaha, agar beban biaya di pelabuhan masuk negara tujuan dapat ditekan melalui Seafood Trade Corridor. Contoh kongkrit pelaksanaan ini adalah dengan Inggris, dimana ekspor produk perikanan asal Indonesia dapat langsung dikirim ke Pelabuhan Birmingham -Inggris.
Ditengah ketatnya standar masuk ke Uni Eropa (UE), diharapkan dapat menghemat waktu penanganan produk di pelabuhan masuk menjadi sekitar 1 – 2 minggu. Jika dalam dua bulan ke depan tidak terdapat kasus mutu produk yang menonjol. maka komisi Eropa diharapkan segera mencabut Council Directive (CD) No. 236 Tahun 2006 yang selama ini telah mensyaratkan setiap pengiriman produk perikanan ke pasar UE wajib dilakukan uji mutu dan para eksportir-lah yang harus menanggung biaya uji laboratorium serta sewa gudang selama produk berada di pelabuhan masuk selama 2 – 3 minggu.
Untuk dapat bertahan di pasar dunia dimasa datang, maka daya saing produk harus terus ditingkatkan dari sisi mutu dan produk perikanan yang memenuhi standar mutu keamanan pangan. Dilihat dari sisi harga, semua lini dalam proses produksi sampai pemasaran dan distribusi bahkan pra-produksi harus meningkatkan efisiensi(*)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS