My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Aktivitas TPI Bajomulyo Mulai Ramai

 Breaking News
05 Mei
17:37 2015
Aktivitas TPI Bajomulyo Mulai Ramai

Pati – Aktivitas pelelangan ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bajomulyo Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pekan ini mulai ramai dibandingkan sebelumnya masih sepi menyusul adanya pelarangan penggunaan jaring pukat hela dan tarik.

Menurut salah seorang pedagang ikan di TPI Bajomulyo Suparmi di Pati, Selasa, aktivitas pelelangan ikan di TPI saat ini memang lebih ramai, dibandingkan sebelumnya karena nelayan yang melaut juga mulai bertambah.

Dibandingkan dengan pemandangan pada Maret 2015, kata dia, kondisinya jauh lebih baik, karena dalam sehari ada beberapa kapal yang mendarat beserta hasil tangkapan ikan di laut.

Sementara kondisi sebelumnya, lanjut dia, kapal yang mendarat tidak menentu karena banyak nelayan yang tidak melaut, terutama nelayan cantrang menyusul adanya pelarangan penggunaan jaring cantrang.

Meskipun nelayan cantrang ada yang masih mengantongi Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI), kata dia, aktivitas di TPI memang belum sepenuhnya normal seperti sebelumnya.

Hal itu, lanjut dia, terlihat dari jumlah ikan hasil tangkapan nelayan yang bisa diperdagangkan masih terbatas.

Selain karena faktor jumlah nelayan yang melaut, kata dia, hasil tangkapan yang tidak banyak juga turut berpengaruh.

“Biasanya nelayan cantrang dengan kapal berukuran 30-an gross ton (GT) bisa menghasilkan hingga 20-an ton ikan, kini menurun menjadi 8 ton ikan,” ujarnya.

Dampaknya, lanjut dia, transaksi pelelangan ikan di TPI juga tidak ramai, sehingga banyak pekerja yang menganggur.

Untuk hari ini, dia mengaku, bisa melakukan transaksi jual beli ikan hingga 2 ton untuk berbagai jenis ikan hasil tangkapan nelayan.

Jumlah tersebut, kata dia, masih lebih baik dibandingkan sebelumnya dalam sehari hanya 1 ton ikan. Jenis ikan yang diperoleh nelayan, kata dia, disesuaikan dengan jenis alat tangkapnya.

Larasati, pedagang ikan lainnya mengakui, untuk saat ini aktivitas pelelangan ikan di TPI memang mulai bergeliat, setelah sebelumnya cukup sepi karena tidak banyak nelayan yang melaut. Meskipun belum sepenuhnya normal, dia mengaku, bersyukur karena dalam sehari masih bisa melakukan jual beli ikan hingga 5 kuintal.

“Mudah-mudahan segera ada solusi agar nelayan cantrang yang dilarang kembali melaut,” ujarnya.

Surono, kuli angkut ikan di TPI Bajomulyo mengakui, pelarangan alat tangkap cantrang memang berdampak pada penghasilan yang diperoleh setiap harinya.

Beberapa waktu lalu, dia mengaku, sempat menganggur selama sebulan lebih, menyusul tidak adanya aktivitas pelelangan ikan di TPI Bajomulyo.Saat ini, kata dia, aktivitas pelelangan memang mulai ramai, namun tidak berlangsung setiap hari karena terkadang libur sepekan menunggu nelayan mendarat bersama hasil tangkapannya.

Jika sebelumnya dalam sehari bisa mendapatkan pemasukan Rp100 ribu, kata dia, saat ini hanya mendapatan pemasukan Rp40 ribu per hari.

“Ketika menganggur, terpaksa bekerja di sawah agar kebutuhan untuk keluarga tetap terpenuhi,” ujarnya.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS