My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Akibat Penambangan Timah 70 Persen Hutan Bakau di Babel Rusak

04 Januari
03:28 2010
Akibat Penambangan Timah 70 Persen Hutan Bakau di Babel Rusak

Pangkalpinang – Sekitar 70 persen dari 122.000 hektare hutan bakau di provinsi Bangka Belitung mengalami rusak akibat aktivitas penambangan timah.

“Salah satu penyebab kerusakan hutan bakau atau mangrove ini akibat aktivitas penambangan di kawasan pantai,” ujar Kepala Dinas Kehutanan Babel, Sukandar di Pangkalpinang, Minggu (3/1).

Menurut Sukandar kerusakan hutan bakau ini dapat berimbas terhadap berkurangnya perkembangbiakan biodata laut seperti kepiting dan udang.

“Ancaman banjir dan abrasi bisa datang kapan saja akibat kerusakan hutan bakau itu, demikian juga perekonomian masyarakat nelayan dapat menurun akibat berkurangnya hasil tangkapan karena hutan bakau rusak,” ujarnya.

Menurut Sukandar kerusakan hutan bakau tersebut praktis terjadi di setiap kabupaten yang ada di Babel sehingga diperlukan penanganan serius untuk memelihara hutan bakau tersebut.

“Kami sudah menanam sebanyak 2.000 hutan bakau untuk memulihkan kembali hutan bakau yang rusak, sebagai realisasi 100 hari kerja bidang kehutanan,” katanya.

Ia mengatakan, ke depan akan dibentuk tim untuk memulihkan hutan mangrove ini sehingga dapat meminimalisir kerusakan akibat aktivitas pertambangan timah.

“Tim atau kelompok kerja ini terdiri dari unsur pemerintah, pihak swasta dan masyarakat bersinergi serta menyatukan komitmen memilihara hutan bakau,” ujarnya.

Menurut dia, sosialisasi tentang manfaat hutan bakau ini harus terus digencarkan di masyarakat bagian upaya melestarikannya.

“Disamping akibat aktivitas penambangan timah, kerusakan hutan bakau juga akibat masyarakat belum tahu fungsi hutan tersebut,” ujarnya.(Ant)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS