My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Akibat Angin Kencang, Pasokan Ikan Laut di Pantura Menipis

23 Juli
17:45 2011

Panen ikan layang

Pemalang – Pasokan berbagai jenis ikan laut di tempat pelelangan ikan (TPI) di wilayah Pantai Utara Jawa Tengah, sejak satu pekan terakhir langka bahkan ada yang tidak melaksanakan transaksi sama sekali akibat angin kencang dan gelombang tinggi, sehingga para nelayan tidak melaut.

“Sejak tiga hari terakhir TPI Tanjungsari Kecamatan Pemalang, kosong atau tidak ada pasokan ikan laut dari para nelayan karena mereka tidak melaut akibat cuaca tidak menentu,” kata Sarino (33) nelayan Tanjungsari, Kabupaten Pemalang, Sabtu (23/7).

Ia mengatakan, sekitar satu pekan terakhir cuaca di perairan pantai utara sering terjadi angin kencang, sehingga kapal-kapal tidak dapat melanjutkan perjalanan lebih lama untuk mencari ikan, hanya perahu-perahu kecil yang nekat berlayar di pesisir laut.

“Beberapa hari terakhir hasil tangkapan ikan para nelayan perahu kecil juga sedikit, biasanya mereka hanya mendapat cumi-cumi dan rajungan, sedangkan jenis ikan laut lainnya tidak berhasil terjaring,” katanya.

Menurut dia, jumlah nelayan Tanjungsari yang mencapi sekitar 500 nelayan, sejak satu pekan terakhir hanya berlayar di tepi laut karena para nelayan khawatir perahu hanyut terbawa gelombang atau angin kencang.

Kondisi sama juga terjadi di Pantai Utara Tegal, sejak dua pekan terakhir para nelayan terpaksa memutar balik perahu kembali ke darat lebih awal demi keselamatan meskipun hanya memperoleh beberapa ekor udang atau rajungan.

“Pada tahun-tahun lalu, setiap musim angin timur kami berangkat melaut pukul 04.00 WIB kemudian mendarat sekitar pukul 18.00 WIB, hasil jual ikan yang kami tangkap bisa mencapai Rp700 ribu-Rp800 ribu, namun musim angin timur tahun ini sehari hanya mendapat Rp200 ribu-Rp300 ribu, sehingga habis untuk membeli solar,” kata Agus (53),nelayan warga Tegalsari, Kota Tegal.

“Sejak sepuluh hari terakhir setiap berangkat melaut hanya mendapat uang tidak lebih dari Rp300.000 dari penjualan hasil tangkapan, bahkan beberapa kali terpaksa kembali ke darat tanpa mendapat ikan akibat angin kencang yang tiba-tiba datang,” katanya.

Kelangkaan ikan tersebut, kata dia, mengakibatkan harga berbagai jenis ikan naik antara Rp5.000 – Rp10.000 per kilogram. Untuk harga ikan banyar saat situasi normal Rp18.000 per kilogram, tetapi saat ini naik menjadi Rp25.000 per kilogram, bawal yang seminggu lalu Rp20.000 per kilogram naik menjadi Rp30.000 per kilogram, tengiri sebelumnya Rp10.000 per kilogram kini Rp15.000 per kilogram.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Tegal, Jawa Tengah, meminta nelayan untuk mewaspadai kondisi cuaca meskipurn gelombang laut di wilayah pantai utara terpantau normal, yakni rata-rata 0,5 – 1,5 meter.

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMG) Kota Tegal, Kaharudin, mengatakan gelombang laut di wilayah pantura Jateng, terpantau normal, namun nelayan tetap harus waspada, karena saat awal musim kemarau seperti sekarang tidak menutup kemungkinan terjadi gelombang tinggi atau angin kencang di tengah perairan.

“Selain tinggi gelombang normal, perubahan arah angin dari barat ke timur juga terjadi di pantai utara, sehingga saat angin timur seperti sekarang para nelayan relatif aman untuk melaut mencari ikan, namun harus tetap waspada,” katanya.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS