My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Ada Paket Tur Mangrove 30 Menit di Nusa Penida

 Breaking News
01 Juni
06:57 2016
Ada Paket Tur Mangrove 30 Menit di Nusa Penida

Nusa Penida – Selain wisata diving dan snorkling, Nusa Penida juga menawarkan wisata mangrove. Dengan mengendarai jukung tanpa mesin, wisatawan akan diajak berkeliling hutan mangrove selama sekitar 30 menit.

Nusa Penida memiliki 230,07 hektar mangrove yang mayoritas berada di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Terdapat 13 jenis mangrove dan 7 jenis tumbuhan asosiasi. Selain itu juga dijumpai 5 jenis burung air dan 25 jenis burung darat yang dijumpai di sekitar mangrove.

Untuk menikmati wisata mangrove ini cukup membayar Rp. 50.000 untuk turis lokal dan Rp. 100.000 untuk wisatawan asing.

Jumlah wisatawan yang datang tiap bulannya untuk menikmati mangrove tour pada saat high season yaitu sekitar bulan Juni-September adalah 600 orang, sedangkan pada saat low season yaitu sekitar bulan Februari-Maret adalah 100 orang. Anggota dari Kelompok Mangrove Tour ini kesehariannya adalah petani rumput laut. Mereka menjadi pemandu tur mangrove hanya untuk menambah penghasilan saja.

Perkembangan wisata bahari di Nusa Penida juga telah didukung dengan akomodasi wisata yang memadai, jumlah penginapan, home stay, villa dan resort di Nusa Lembongan berjumlah 50 unit. Jumlah tersebut tersebar di dua Desa yaitu Desa Jungut Batu dan Desa Lembongan.

Tarif yang dikenakan untuk setiap home stay sangat beragam, mulai dari Rp. 150.000 hingga Rp. 400.000. Fasilitas yang didapat antara lain AC, breakfast dan double bed. Bukan hanya penginapan saja yang tersedia, tetapi para wisatawan dapat menikmati berbagai aktivitas liburan dan keindahan alam yang telah disediakan.

Faktor penghambat dalam kemajuan di Nusa Penida antara lain kondisi jalan dibeberapa tempat masih rusak, listrik yang kurang memadai dan susahnya mendapatkan air bersih. Kalaupun ada air bersih yang disediakan harganya mahal.

Sebelumnya Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengakui hambatan dalam pengembangan wisata di Nusa Penida yaitu masalah infrastruktur jalan, jaringan listrik, serta jaringan dan ketersediaan air bersih. Khusus untuk listrik, Suwirta berharap ada inovasi untuk ketersediaan sektor kelistrikan di Nusa Penida. Jika ketiga masalah tersebut dapat diselesaikan maka dipastikan perkembangan wisata bahari di Nusa Penida akan maju dengan pesat.

Suwirta mengakui sedang terus mengembangkan wisata di Nusa Penida, apalagi potensinya cukup besar. Apalagi Nusa Penida memiliki pemandangan bawah laut yang eksotik dengan keragaman hayati yang tinggi.

“Kita programkan Nusa Penida menjadi andalan pariwisata Klungkung” ujarnya.

Potensi perairan Nusa Penida tidak hanya sebatas terumbu karang, Mola-mola, pari manta dan hutan mangrovenya. Perairan Nusa Penida juga memiliki berbagai jenis ikan, baik ikan karang, ikan dasar dan ikan pelagic. Berdasarkan hasil kajian Ekologi Laut secara cepat- Rapid EcologyAssesment (REA) pada tahun 2008 oleh Gerry Allen dan Mark Erdmann ditemukan 576 jenis ikan diperairan Nusa Penida.(Muliarta)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS