My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Aceh Tuan Rumah Pekan Nasional Petani Nelayan

 Breaking News
06 Mei
17:32 2015
Aceh Tuan Rumah Pekan Nasional Petani Nelayan

Banda Aceh – Provinsi Aceh dipercaya menjadi tuan rumah Pekan Nasional (Penas) XV Petani dan Nelayan yang akan dilaksanakan pada 2017. Gubernur Aceh Zaini Abdullah di Banda Aceh, Rabu, mengatakan, Penas XV tersebut akan dihadiri puluhan ribu petani dan nelayan dari seluruh Indonesia.

“Aceh pada 2017 mendatang mendapat kesempatan dipercaya menjadi tuan rumah Penas XV. Dan kami berharap pekan nasional petani dan nelayan di Aceh ini berlangsung sukses,” kata Zaini Abdullah.

Hal tersebut dikemukakan Gubernur Aceh Zaini Abdullah di sela-sela rembuk utama kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional di Anjong Mon Mata, Banda Aceh.

Rembuk utama tersebut dihadiri KTNA seluruh Indonesia, Ketua KTNA Nasional Winarno Tohir, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Hasil Sembiring, serta undangan lainnya.

Gubernur Aceh mengatakan rembuk utama KTNA tersebut merupakan persiapan menjelang pelaksanaan Penas XV Petani dan Nelayan. Dalam rembuk utama ini diharapkan menghasilkan rencana kerja Penas XV yang optimal.

“Hari ini hingga beberapa hari ke depan, KTNA seluruh Indonesia memperbincangkan rencana pelaksanaan Penas XV di Aceh. Kami berharap pertemuan ini menghasilkan rencana yang optimal dengan suksesnya Penas di Aceh dua tahun mendatang,” kata dia.

Ketua KTNA Nasional Winarno Tohir mengatakan, Aceh akan mendapat banyak keuntungan sebagai tuan rumah Penas XV Petani dan Nelayan 2017. Sebab, ada puluhan ribu petani dan nelayan datang ke Aceh.

“Mereka akan berada di Aceh sekitar sepekan hingga 10 hari. Dan ini merupakan keuntungan bagi Aceh. Hotel dan penginapan tentu penuh dan berbagai sektor ekonomi akan menggeliat,” kata dia.

Sebagai tuan rumah, kata dia, Aceh perlu memikirkan bagaimana transportasi dan akomodasi peserta. Sebab, akan ada 35 ribu petani dan nelayan dari seluruh Indonesia tinggal lebih dari sepekan di Aceh.

“Kami juga akan memikirkan bagaimana transportasi udara dan darat. Kalau perlu, kami akan mengusahakan transportasi laut yang langsung ke Aceh,” kata Winarno Tohir.(Ant)

1 Komentar

  1. Riski
    Riski Mei 17, 18:08

    Aceh memang oke

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS