My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Aceh Selatan Ekspor Ikan ke Luar Negeri

 Breaking News
17 Maret
14:13 2015
Aceh Selatan Ekspor Ikan ke Luar Negeri

Tapaktuan – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan, Cut Yusminar APi, mengatakan dengan letak topografi Kabupaten Aceh Selatan berada di sepanjang pesisir pantai berhadapan langsung dengan samudra hindia, daerah itu memiliki kandungan sumber daya alam perikanan tangkap yang melimpah.

Dengan kandungan perikanan tangkap yang melimpah itu, hasil produksi ikan laut tidak hanya cukup untuk konsumsi masyarakat lokal dan Kabupaten tetangga, tapi juga mampu di ekspor ke luar Negeri.

Cut Yusminar menyebutkan, berdasarkan hasil pendataan oleh pihaknya tahun 2014 lalu, hasil produksi Perikanan tangkap yang di hasilkan oleh Nelayan Aceh Selatan mencapai 20.370,06 ton/tahun. Dimana  40 persen atau 8 ton diantaranya di interinsulair ke Sumatra Utara untuk selanjutnya di ekspor ke mancanegara.

“Dari hasil produksi perikanan tangkap 20 ribu ton lebih/tahun, 3 persen di antaranya di jadikan ikan olahan oleh para Nelayan. Sedangkan sisanya menjadi konsumsi lokal oleh masyarakat Aceh Selatan serta Kabupaten tetangga seperti Subulusalam dan Abdya,” katanya di Tapaktuan, Senin (16/3).

Di samping perikanan tangkap, sambung Cut Yusminar, para Petani di Kabupaten Aceh Selatan juga telah berhasil memproduksi perikanan  budidaya yang hasil produksinya mencapai 109 ton/tahun.

Karena itu, pihaknya terus mengintensifkan pembinaan pascapanen terhadap Nelayan dan Petani sehingga hasil tangkapan ikan, baik perikanan darat maupun pantai lebih berkualias.

“Kita harapkan ke depannya hasil tangkapan ikan akan lebih kualitas lagi, sehingga pascaproduksi hasil produksi lebih bernilai tinggi. Menyikapi hal itu, kita telah mengambil langkah perhatian serius untuk membina para Nelayan dan Petani secara lebih efektif lagi,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan produktivitas perikanan dan pasca panen menjadi program bagi pengembangan perikanan budidaya air tawar maupun laut.

Selama ini, program pascapanen tidak menjadi perhatian serius sehingga nelayan terkesan sangat tradisional, bahkan serampangan dalam kondisi yang tidak higienis saat memanen.

“Ke depan ini, bagaimana caranya agar ikan hasil tangkapan itu menjadi lebih bermutu dengan kelengkapan alat pascapanen, fasilitas serta sarana dan prasarana sehingga menghasilkan produksi yang berkualitas,” katanya.

Misalnya, nelayan mengolah ikannya secara higienis dengan tidak lagi membelah dan menjemur ikan di pasir atau tanah, tetapi di tempat yang layak.

“Ini yang kita programkan. Ternyata, Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh menyambut baik program tersebut sehingga mempersilakan Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan melaksanakannya sebagai proyek percontohan,” katanya.

Dia juga berharap agar nelayan kabupaten ini menjadi nelayan modern dengan pengembangan sektor perikanan yang modern pula. “Bila perlu produksi nelayan Aceh Selatan dikemas dengan baik sehingga menarik konsumen dari luar,” jelasnya.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS