My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Abrasi Berat Ancam Desa Cemara Jaya

19 Januari
18:47 2011
Abrasi Berat Ancam Desa Cemara Jaya

Gelombang Pasang

Karawang – Sejumlah kampung di Desa Cemara Jaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang berada di sekitar wilayah pantai terancam tenggelam akibat abrasi berat.

“Abrasi yang terjadi di sekitar Desa Cemara Jaya cukup parah karena cukup luas daratan yang tergerus air laut Cemara Jaya,” kata Kepala Desa Cemara Jaya Younlim Supardi kepada AntaraNews.com di Karawang, Rabu (19/1).

Supardi memperkirakan, jika abrasi yang terjadi di sepanjang bibir pantai sekitar Desa Cemara Jaya tidak segera diatasi secara serius, maka sejumlah kampung di sekitar Desa Cemara Jaya berpenduduk 1.500 KK itu akan tenggelam.

Sesuai dengan pengamatan selama beberapa tahun terakhir, abrasi yang terjadi di desa itu cukup parah. Bahkan, abrasi di daerah tersebut sudah menggerus sejumlah areal perkebunan, tambak ikan, jalan raya dan pemukiman penduduk.

“Laju abrasi di sepanjang bibir pantai Desa Cemara Jaya mencapai sekitar 5 sampai 10 meter per tahun. Akibatnya, saat ini bibir pantai sudah sangat dekat dengan pemukiman penduduk dan jalan raya di sekitar Desa Cemara Jaya,” kata Supardi.

Dikatakannya, akibat abrasi yang terjadi di sekitar Desa Cemara Jaya, daratan yang tergerus air laut diperkirakan sudah mencapai 10 kilometer.

Supardi mengaku sudah sering mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah daerah setempat, tetapi pengajuan bantuan itu belum ada yang terpenuhi.

Bahkan, sejak tiga kali pergantian kepala daerah setempat, belum ada pengajuan bantuan untuk mengantisipasi abrasi yang terpenuhi.

Atas hal itu, pemerintah desa setempat hanya mengantisipasi abrasi dengan memasang turab atau pemecah gelombang secara swadaya masyarakat. Pemasangan turab secara swadaya itu dilakukan dengan memasang bambu disepanjang bibir pantai dan memasang karung berisi pasir di sepanjang bibir pantai.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS